Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

Derita Warga Kelurahan Hutanabaluan Tapteng Korban Banjir dan Longsor Terpaksa Mengungsi di Kuburan

Firdaus Peranginangin - Kamis, 04 Desember 2025 12:04 WIB
849 view
Derita Warga Kelurahan Hutanabaluan Tapteng Korban Banjir dan Longsor Terpaksa Mengungsi di Kuburan
Foto harianSIB.com/Firdaus Peranginangin
Mengungsi di Kuburan: Warga Kelurahan Hutanabaluan, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng yang mengungsi dan mendirikan tenda darurat di pekuburan umum, Kamis (4/12/2025).

Medan(harianSIB.com)

Derita warga Kelurahan Hutanabaluan, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kian memuncak setelah rumah beserta harta benda mereka disapu banjir dan longsor yang datang secara tiba-tiba. Tanpa pilihan lain, puluhan warga terpaksa mendirikan tenda pengungsian di area pekuburan umum tempat yang tak pernah mereka bayangkan akan menjadi "rumah" sementara.

Tim Relawan Sarma Hutajulu SH MH dan Serli Napituyang datang langsung ke lokasi, tampak tak kuasa menahan haru melihat kondisi warga yang bertahan hidup di antara nisan dan kotak kuburan, setelah seluruh tempat tinggal dan harta benda mereka rata dengan tanah disapu banjir bandang.

"Kecamatan Tukka adalah daerah terparah. Hampir 80 persen rumah hancur total. Banjir ini begitu dahsyat hingga membawa habis harta benda warga, tidak ada satupun yang tersisa," ujar Sarma Hutajulu kepada wartawan, Kamis (4/12/2025) melalui telepon dari Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng.

Menurut penuturan warga kepada tim relawan, memilih pekuburan sebagai tempat perlindungan merupakan keputusan paling rasional, karena lokasi tersebut berada di perbukitan yang jaraknya sekitar 1 Km dari kampung mereka dan tempat itu dinilai aman dari potensi banjir susulan.

Baca Juga:

"Tak ada tempat lain yang tersisa untuk menyelamatkan diri, sehingga kuburan menjadi satu-satunya lokasi yang memberi rasa aman bagi pengungsi, meski dengan segala keterbatasan," ujar Sarma Hutajulu penuh prihatin.

Di lokasi, Sarma menemukan warga mendirikan tenda seadanya, ada yang dari terpal sobek, ada pula yang memanfaatkan bangunan kuburan beratap seng sebagai tempat tidur, memasak, hingga berlindung dari hujan. Pemandangan ini sungguh memilukan, anak-anak tidur di sisi nisan, lansia bersandar pada dinding makam, dan ibu-ibu memasak dengan tungku darurat di teras kuburan.

"Betul-betul kondisi mereka sangat memprihatinkan. Tidak ada yang tersisa dari kehidupan mereka sebelumnya. Mereka kini hanya bergantung pada tenda darurat dan belas kasih pihak luar," tutur Sarma dengan nada sedih.

Lebih menyayat hati lagi, para pengungsi mengaku belum menerima bantuan makanan dari pemerintah setempat. Persediaan yang mereka punya hampir habis, membuat para ibu khawatir akan nasib anak-anak mereka yang terancam kelaparan.

"Mereka sangat kekurangan bahan makanan. Harapan mereka hanya satu, pemerintah segera hadir membawa bantuan sekaligus membuka akses jalan menuju desa mereka, agar tidak lagi terisolir," tambah Sarma.

Tim Relawan Sarma Hutajulu menjadi yang pertama tiba di lokasi pengungsian di bukit pekuburan tersebut. Mereka menyerahkan bantuan sembako berupa beras, mie instan, sarden, roti, selimut, minyak goreng, gula, dan makanan ringan lainnya. Bantuan ini disambut haru warga yang tak menyangka masih ada pihak yang mampu mencapai lokasi tersebut.

Baca Juga:

Sarma menjelaskan, medan menuju Kecamatan Tukka sangat berat. Jalanan rusak parah, masih tergenang banjir dan dipenuhi lumpur pekat, sehingga hanya kendaraan double gardan yang bisa menembus jalur tersebut. Daerah ini memang terparah kerusakannya, aksesnya bahkan hampir tak bisa dilalui.

Karena itu, tambah Sarma, masyarakat berharap penuh agar pemerintah segera membuka akses jalan menuju seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Tukka. Warga takut terus terisolir dan semakin terancam kelaparan jika bantuan tak segera tiba. "Kami hanya ingin selamat. Tolong jangan biarkan kami sendirian di sini," demikian harapan warga.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolres Pimpin Pembersihan Material Tanah Longsor di Jalan Sisingamangaraja Sibolga
Update Bencana Taput: Akses ke 5 Desa Berhasil Dibuka, 6 Desa Lain Masih Terisolir
Diduga Jadi Penyebab Banjir Sumatra, Izin 8 Perusahaan Dicabut Pemerintah
Update Jalur Terdekat Sibolga- Medan Via Doloksanggul
Kajati Kunker dan Bakti Sosial ke Kejari Belawan dan Labuhan Deli
DPRD Deliserdang Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Pantailabu
komentar
beritaTerbaru