Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Januari 2026

Dinkes Sumut: 307 Warga Meninggal, 36 Ribu Mengungsi Akibat Banjir dan Longsor

Leo Bastari Bukit - Jumat, 05 Desember 2025 19:44 WIB
737 view
Dinkes Sumut: 307 Warga Meninggal, 36 Ribu Mengungsi Akibat Banjir dan Longsor
Foto; Dok/Dinkes Sumut
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, HM Faisal Hasrimy meninjau posko kesehatan, Jumat (5/12/2025).

Medan(harianSIB.com)

Dinas Kesehatan Sumut merilis laporan terbaru penanganan bencana banjir, banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Sumut pada Kamis (4/12/2025), pukul 17.00 WIB. Laporan mencatat bencana ini memengaruhi 17 kabupaten/kota dari total 33 daerah di Sumut.

Total 444.551 kepala keluarga atau 1.682.603 jiwa terdampak bencana. Sebanyak 307 orang meninggal dunia, 94 luka berat, 1.890 luka ringan, dan 165 orang masih hilang. Selain itu, 36.994 warga masih berada di pengungsian.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, HM Faisal Hasrimy, turun langsung meninjau posko kesehatan. Ia memastikan seluruh layanan kesehatan bergerak optimal.

"Saya datang untuk memastikan posko kita berjalan maksimal. Dari posko terpadu ini kita bisa orkestrasi seluruh bantuan, terutama kesehatan, termasuk untuk daerah-daerah yang masih terisolir," ujarnya, Jumat (5/12/2025).

Bencana juga merusak fasilitas kesehatan. Data Dinkes menunjukkan 4 rumah sakit dan 1 Pustu mengalami kerusakan. Beberapa fasilitas yang tidak dapat beroperasi antara lain Sibolga: 1 Pustu tidak beroperasi. Langkat: RSUD Tanjung Pura, RS Pertamina Pangkalan Brandan. Medan: RSK Mata Provinsi Sumut, RSU Sundari.

Faisal mengungkapkan, di RSK Mata Provsu banjir mencapai sedada orang dewasa.

"Alkes kita yang di lantai dasar habis semua, termasuk obat-obatan," katanya.

Tiga wilayah menjadi fokus utama penanganan, yakni Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Langkat. Beberapa titik sempat terisolir, namun kini akses mulai terbuka.

"Di Tapteng, Kecamatan Tuka baru terbuka di hari ketiga. Tuka Atas masih terputus, jadi kita koordinasikan dengan TNI AU untuk dropping logistik kesehatan," jelas Faisal.

Di Tapteng terdapat 25 puskesmas, dengan 17 di antaranya kembali beroperasi meski masih dipenuhi lumpur sisa banjir. Tenaga kesehatan tetap bertugas secara bergilir dan layanan juga dibuka di posko pengungsian. Penyakit dominan yang dialami warga antara lain, ISPA, Diare dan Demam.

Dinkes menyalurkan bantuan berupa obat-obatan dasar, susu, makanan tambahan untuk bayi dan ibu hamil, serta vitamin. Menteri Kesehatan juga meminta daerah segera menginventarisasi seluruh kerusakan fasilitas kesehatan untuk mendapatkan dukungan perbaikan.

Dinkes Sumut mengirimkan tim ke berbagai daerah terdampak. "Di Tapteng, kita menurunkan 10 orang dokter dan perawat," kata Faisal. Bantuan tenaga kesehatan juga datang dari IDI, IDAI, PPDS USU, hingga tenaga medis dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Faisal menyampaikan arahan Gubernur Sumut kepada seluruh nakes agar memberikan pelayanan terbaik.

"Kita pastikan masyarakat terlayani dengan baik. Layani dengan senyum, walaupun nakes kita lelah. Ini konsekuensi sebagai abdi masyarakat," ungkapnya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru