Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Bobby Nasution Pastikan Tanggul Sei Wampu yang Jebol Segera Diperbaiki

Danres Saragih - Sabtu, 06 Desember 2025 11:45 WIB
402 view
Bobby Nasution Pastikan Tanggul Sei Wampu yang Jebol Segera Diperbaiki
Foto: Dok/Diskominfo Sumut
TINJAU: Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi sejumlah OPD saat meninjau dan berdialog langsung dengan warga korban banjir di posko bencana Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Jumat (5/12/2025) malam.

Langkat(harianSIB.com)

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan tanggul Sungai Sei Wampu di Kabupaten Langkat yang jebol akan segera diperbaiki, sebagai langkah mengantisipasi agar banjir serupa tidak kembali terjadi.

Hal tersebut disampaikan Bobby saat meninjau sekaligus berdialog dengan warga korban banjir di Posko Bencana Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Jumat (5/12/2025) malam.

Kepada masyarakat Desa Air Hitam, Bobby menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut untuk mempercepat perbaikan tanggul.

​"Saya pastikan Pemerintah Provinsi Sumut akan segera memperbaiki tanggul yang jebol di desa ini agar banjir tidak terulang kembali," ujar Bobby.

Baca Juga:
Dalam kesempatan itu, Bobby juga menyampaikan simpati mendalam kepada warga yang sudah lebih dari satu minggu mengungsi karena rumah mereka masih terendam dan air belum surut. Ia memastikan bantuan logistik dari Pemprov Sumut terus disalurkan kepada seluruh masyarakat terdampak banjir di Langkat.

Camat Gebang, Sofyan Tarigan, melaporkan kondisi terkini wilayahnya. Menurutnya, banjir melanda enam desa di Kecamatan Gebang, yakni Kelurahan Pekan Gebang, Desa Puluh Manis, Desa Sangga Lima, Desa Dorang, Desa Air Hitam, dan Desa Paya Bengkuang.

Saat ini terdapat enam titik pengungsian, yaitu di Kantor Hutama Karya, Keripik Cinta, Masjid Pasiran, Masjid Paya Bengkuang, Masjid Air Hitam, serta beberapa rumah warga.

​"Desa yang masih terendam sampai hari ini adalah Desa Air Hitam dan Desa Paya Bengkuang. Warga dari dua desa ini yang masih mengungsi berjumlah 170 orang," jelas Sofyan.

Ia menambahkan, warga mulai mengungsi sejak 26 November 2025. Sebelumnya, hampir seribu orang mengungsi dari enam desa tersebut, namun sebagian besar telah kembali ke rumah masing-masing seiring surutnya air. Banjir yang terjadi sempat mencapai ketinggian hingga 1,5 meter, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Untuk layanan kesehatan, Sofyan memastikan Pemerintah Kabupaten Langkat telah menyiagakan tenaga medis di seluruh titik pengungsian.

​"Petugas kesehatan berjaga 24 jam untuk memantau kondisi warga yang mengungsi. Kami pastikan seluruh pengungsi mendapat perhatian penuh dari pemerintah kabupaten," ujarnya. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bhabinkamtibmas dan Warga Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Jalan Perjuangan Sibolga
Terobos Banjir, Forwakum Sergai Salurkan Bantuan untuk Warga di Tanjungberingin
Normalisasi Sungai untuk Kendalikan Banjir, Tugas Pemko Medan Hanya Bebaskan Lahan
Dirut PHE Tinjau Langsung PEP Rantau Field, Pastikan Keselamatan Pekerja dan Percepatan Pemulihan Pascabanjir
Rico Waas Jenguk Pasien Korban Banjir di RS Hermina
Dinkes Sumut: 307 Warga Meninggal, 36 Ribu Mengungsi Akibat Banjir dan Longsor
komentar
beritaTerbaru