Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Kepala BPOM RI Tinjau Banjir Aceh dan Medan, Salurkan Bantuan dan Buka Trauma Center

Piktor M Sinaga - Minggu, 07 Desember 2025 16:07 WIB
603 view
Kepala BPOM RI Tinjau Banjir Aceh dan Medan, Salurkan Bantuan dan Buka Trauma Center
foto: SNN/ Piktor Sinaga
Tinjau: Kepala BPOM RI Prof Dr Taruna Ikrar meninjau sejumlah Wilayah banjir di Aceh dan kota Medan yang merupakan salah satu sebagai wilayah terdampak banjir besar di Sumatera, Minggu (7/12/2025).

Medan(harianSIB.com)

Kepala BPOM RI Prof Dr Taruna Ikrar M.Biomed PhD meninjau sejumlah Wilayah banjir di Aceh dan kota Medan yang merupakan salah satu sebagai wilayah terdampak banjir besar di Sumatera.

Kedatangannya bersama tim BPOM bertujuan menyerahkan bantuan serta memastikan layanan pendampingan psikologis bagi masyarakat.

"Kami dari pusat datang ke Medan, dan dari sini kami akan menuju daerah terdampak lain untuk menyalurkan bantuan berupa finansial yang terus bertambah dari para donatur. Selain itu, kami juga menyalurkan kebutuhan pokok seperti makanan, minuman, hingga obat-obatan," ujar Taruna Ikrar.

Baca Juga:
Selain membawa bantuan, BPOM RI membuka Trauma Center atau Healing Center, sebagai pos layanan terpadu untuk trauma fisik dan psikologis korban banjir.

Taruna menjelaskan fungsi utama trauma center ini, sebagai pusat koordinasi relawan dan masyarakat.Tempat berdiskusi untuk mempercepat penanganan pascabencana. Fasilitas rehabilitasi fisik maupun psikologis bagi korban, termasuk relawan yang mengalami stres, kelelahan, kecemasan, hingga rasa frustasi.

"Di daerah terdampak, stres, cemas, dan ketakutan itu pasti ada. Relawan juga sama, mereka bekerja keras dan perlu pendampingan," katanya di Posko Bantuan BPOM Medan pada Minggu (7/12).

Dalam kesempatan itu, didampingi Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan Mojaza Sirait, S.Si., Apt, Taruna Ikrar juga menyinggung terkait penyebab banjir. Taruna menegaskan bahwa jika akar masalah tidak diselesaikan, bencana serupa akan terus berulang setiap tahun.

Karena itu, BPOM bersama seluruh jajaran dan simpatisan mendeklarasikan Program Penanaman Sejuta Pohon sebagai bentuk penghijauan kembali di wilayah rawan bencana.

Lebih lanjut, ia mengatakan BPOM menyiapkan tiga kategori obat untuk distribusi ke titik-titik banjir yaitu obat emergensi, seperti antihistamin untuk penanganan kondisi stres dan cemas yang memicu gejala fisik, obat simptomatik, seperti paracetamol untuk demam, obat pegal, hingga oralit dan cairan infus untuk diare, obat supporting, berupa vitamin serta obat herbal terdaftar BPOM.

"Semua kategori obat itu sudah kami siapkan dan akan langsung didistribusikan ke wilayah banjir," tegas Taruna.

*BBPOM Awasi Ketat Obat dan Bantuan dari Luar Negeri

Terkait laporan bantuan obat-obatan dari luar negeri, termasuk Malaysia, BPOM memastikan seluruh produk akan melalui proses pengawasan.

"Kita awasi mana yang boleh disalurkan dan mana yang tidak. Jangan sampai obat yang tidak sesuai peruntukan ikut dibagikan. Untuk suplemen dan herbal kita longgarkan, tapi obat emergensi kami awasi ketat. Bisa saja ada obat yang mengandung zat narkotik, jadi harus benar-benar selektif," katanya.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dua Sopir Pembawa Sabu dan Ekstasi Asal Aceh Dihukum Mati
Wali Kota Medan Minta Camat dan Lurah Tingkatkan Kapasitas untuk Beri Pelayanan Publik
Keliling Nusantara, Mobil Listrik PLN BLITS akan Kunjungi Kota Medan
Terduga Pembunuh Tukang Rujak Diringkus Polres Pematangsiantar di Kota Medan
Wakil Wali Kota Medan Berharap BPJS Permudah Masyarakat Dapatkan Fasilitas Kesehatan
Dandim 0204/DS Tinjau Banjir di Seibamban Sergai, 448 Rumah Terendam
komentar
beritaTerbaru