Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Januari 2026

Lonjakan Penyakit Pascabanjir Ancam 17 Daerah di Sumut, Dinkes Peringatkan Potensi KLB

Leo Bastari Bukit - Senin, 08 Desember 2025 06:00 WIB
484 view
Lonjakan Penyakit Pascabanjir Ancam 17 Daerah di Sumut, Dinkes Peringatkan Potensi KLB
harianSIB.com/Dok
Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal Lubis

Medan(harianSIB.com)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara memperingatkan potensi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah banjir, banjir bandang, dan tanah longsor melanda 17 kabupaten/kota. Penyakit berbasis lingkungan kini mendominasi kasus yang dilaporkan dari wilayah terdampak.

Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal Lubis, Minggu (7/12/2025) malam, menyebut penyakit kulit sebanyak 6.433 kasus dan ISPA 5.151 kasus menjadi yang tertinggi. Kondisi ini dipicu paparan air kotor, sanitasi buruk, serta kepadatan lokasi pengungsian.

"Selain itu, tercatat 1.065 kasus diare, 755 kasus Influenza Like Illness (ILI), dan 534 kasus suspek demam tifoid yang menggambarkan tingginya gangguan saluran cerna dan infeksi akut pada masa pascabanjir," ujar Hamid.

Baca Juga:
Meski laporan dengue masih rendah (7 kasus), ia menegaskan kewaspadaan tetap ditingkatkan karena perkembangbiakan nyamuk biasanya meningkat setelah air surut. Dinkes juga menerima laporan dua suspek campak, masing-masing dari Deliserdang dan Tapanuli Tengah.

Hamid meminta petugas segera melakukan pelacakan kontak untuk mencegah penularan. Ia menambahkan tidak ada laporan leptospirosis, pertusis, maupun malaria, namun risikonya tetap ada pada situasi krisis, terutama jika cakupan imunisasi menurun.

"Pola penyakit ini selaras dengan kondisi pascabanjir yang memengaruhi sanitasi, hunian sementara, dan akses air bersih," kata Hamid.

Secara demografis, warga berusia di atas lima tahun mendominasi kasus ISPA, penyakit kulit, suspek dengue, dan diare. Sementara balita paling rentan terhadap suspek campak.

Fasilitas Kesehatan Rusak, Layanan Dialihkan

Bencana besar yang melanda Sumut berdampak pada 1.495.687 jiwa dengan 327 orang meninggal, 103 luka berat, 2.927 luka ringan, dan 56.271 orang mengungsi.

Sejumlah fasilitas kesehatan juga tidak dapat beroperasi:

-Tapanuli Selatan: Pustu Huta Godang, Pustu Garoga, dan Polindes Sibara-bara tidak beroperasi. Pustu Tolang dipindahkan ke Posko Kesehatan Desa Tolang Julu.

-Tapanuli Tengah: Puskesmas Tukka, Kolang, dan Sorkam dihentikan sementara dan diganti layanan keliling. Pustu Bottot tidak beroperasi.

-Langkat: RSUD Tanjung Pura tidak dapat beroperasi dan dialihkan ke RSU Putri Bidadari. Puskesmas Pantai Cermin dipindahkan ke posko kesehatan.

Dinkes Sumut menekankan perlunya penguatan surveilans, peningkatan sanitasi pengungsian, penyediaan air bersih, dan deteksi dini kasus untuk mencegah KLB. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan selama masa tanggap darurat. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bandung Barat Ditetapkan Status KLB Terkait 364 Pelajar Diduga Keracunan MBG
Sumut Raih Capaian Tertinggi Nasional dalam Pengurangan Anak Zero Dose
Kasus Campak di Sumut Meningkat, 12 Daerah Kategori KLB
Dinkes Sumut Siapkan Langkah Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19
Penanganan KLB Malaria di Nisel Terkendala, Dinkes Sumut Beberkan Sejumlah Masalah
Tanggapi Kasus Difteri, IDAI Sumut Imbau Masyarakat Hindari Stigma
komentar
beritaTerbaru