Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Februari 2026

GAMKI Sumut Minta Kementerian PKP dan PU Prioritaskan Pemulihan Hingga Pembangunan Rumah Korban Banjir

Leo Bastari Bukit - Selasa, 09 Desember 2025 17:27 WIB
515 view
GAMKI Sumut Minta Kementerian PKP dan PU Prioritaskan Pemulihan Hingga Pembangunan Rumah Korban Banjir
Foto: Dok/GAMKI
Swangro Lumbanbatu

Medan (harianSIB.com)

DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumut menyampaikan seruan tegas kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar segera mempercepat pembangunan hunian layak bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut.

Banjir bandang yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan ribuan warga terpaksa mengungsi. Kawasan pesisir dan bantaran sungai menjadi daerah paling terdampak akibat sedimentasi, tata ruang yang tidak adaptif, serta pengaruh perubahan iklim. Berdasarkan laporan pemerintah daerah, kerusakan rumah warga telah mencapai skala yang mengkhawatirkan.

Ketua DPD GAMKI Sumut Swangro Lumbanbatu menegaskan bahwa kehadiran GAMKI bukan sekadar untuk memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga mendorong solusi jangka panjang. Menurutnya, bencana banjir ini harus menjadi momentum untuk menata ulang sistem tata ruang, memperkuat mitigasi bencana, dan memastikan masyarakat memiliki hunian yang aman serta layak huni.

"Hunian layak adalah kebutuhan mendesak. Pemerintah harus menjadikannya prioritas utama dalam pemulihan pascabencana," katanya kepada wartawan, Selasa (9/12/2025).

Baca Juga:
Ia juga menekankan, semangat Ora et Labora - berdoa dan bekerja, seperti tertulis dalam Kolose 3:23, menjadi dasar komitmen GAMKI dalam memperjuangkan pemulihan dan keadilan bagi masyarakat terdampak.

Dalam seruannya, GAMKI meminta Kementerian PKP dan PU untuk mempercepat pembangunan hunian sambil memperkuat ketahanan infrastruktur dan memasukkan strategi adaptasi perubahan iklim dalam perencanaan tata ruang di wilayah rawan bencana.

Data terverifikasi menunjukkan bahwa dampak banjir dan longsor di Sumatera tergolong sangat parah. Hingga 7 Desember 2025, sekitar 105.900 rumah mengalami kerusakan di wilayah terdampak, sementara total rumah rusak di 51 kabupaten diperkirakan mencapai 121.500 unit.

Selain itu, terdapat 10.400 rumah yang hancur di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dengan sekitar 2.400 unit di Sumut. Kerusakan juga meluas ke fasilitas umum, termasuk 270 fasilitas kesehatan, 405 jembatan, serta 509 fasilitas pendidikan dan gedung publik lainnya.

Korban jiwa mencapai 916 orang meninggal, 274 hilang, dan lebih dari 4.200 luka-luka. Sementara itu, sekitar 570 ribu warga mengungsi, dan total warga terdampak diperkirakan mencapai 1,5 juta orang.

Perbedaan angka kerusakan rumah antara laporan satu dengan lainnya disebabkan perbedaan waktu pencatatan serta metode verifikasi, termasuk kategori rusak ringan, sedang dan berat.

GAMKI menegaskan, pemulihan masyarakat tidak boleh hanya berhenti pada bantuan darurat. Negara harus hadir sampai masyarakat kembali hidup dalam kondisi layak dan aman.

Dengan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat sipil, pemulihan Sumatera Utara diharapkan dapat berjalan lebih cepat, menyeluruh, dan memberi harapan baru bagi warga terdampak bencana. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Proyek TPT Milik Kementerian PUPR di Jalan Nasional Doloksanggul Lintongnihuta Ambruk
GAMKI Sumut Kecam Penyegelan 3 Gereja di Jambi
Bangunan Pengolah Limbah dari Kementerian PUPR Senilai Puluhan Miliar Rupiah di Tobasa Terlantar
Dijambret, Dirjen Kementerian PUPR Dirawat di RS
Pemkab Humbahas dan Kementerian PU Lanjutkan Pelebaran Jalinsum Doloksanggul-Siborongborong Sepanjang 3 Km
Anton Sihombing Usulkan Perbaikan Dua Ruas Jalan Nasional di Dairi ke Kementerian PUPR
komentar
beritaTerbaru