Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Maret 2026

BPJS Kesehatan Dirikan Posko Layanan Pasca Banjir Bandang di Aceh dan Sumut

Leo Bastari Bukit - Rabu, 10 Desember 2025 14:32 WIB
437 view
BPJS Kesehatan Dirikan Posko Layanan Pasca Banjir Bandang di Aceh dan Sumut
Foto: Dok/BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah I membuka Posko Kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (8/12/2025).

Medan(harianSIB.com)

Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir bandang dan longsor yang melanda Provinsi Aceh dan Sumut, BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah I membuka Posko Kesehatan di sejumlah lokasi terdampak. Layanan ini berlangsung pada 8-11 Desember 2025 dan merupakan hasil kolaborasi antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, serta fasilitas kesehatan setempat.

Posko kesehatan didirikan di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Lhoksukon di Provinsi Aceh, serta di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah di Sumut. Posko tersebut menyediakan layanan kesehatan gratis serta konsultasi psikologis bagi masyarakat terdampak, mengingat banyaknya penyintas yang mengalami tekanan fisik maupun emosional.

Kehadiran posko mendapat respons positif dengan tingginya jumlah kunjungan warga. Deputi Direksi Wilayah I BPJS Kesehatan, Nuim Mubaraq menyatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi intens dengan pemerintah daerah serta fasilitas kesehatan yang berada di sekitar zona bencana.

"Di tengah kondisi sarana kesehatan yang ikut terdampak, BPJS Kesehatan memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal di fasilitas yang masih beroperasi. Beberapa faskes yang tidak terdampak mengalami lonjakan kunjungan pasien dari wilayah bencana, sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperkuat pelayanan dasar," ujar Nuim, Rabu (10/12/2025).

Baca Juga:
Nuim menjelaskan, layanan life saving, khususnya Hemodialisis (HD), menjadi perhatian utama. Untuk menjamin pasien HD tetap mendapatkan terapi, BPJS Kesehatan melakukan pemetaan kapasitas dan ketersediaan layanan HD di rumah sakit sekitar lokasi bencana. Pasien dari rumah sakit yang tidak dapat beroperasi dialihkan ke rumah sakit lain yang masih memiliki kapasitas.

"Dalam situasi darurat, peserta HD tidak perlu membawa dokumen tambahan, termasuk HD traveling, saat harus berpindah sementara ke rumah sakit lain. Kami juga berkoordinasi agar rumah sakit penerima dapat menambah kapasitas layanan dengan membuka shift ketiga setiap hari demi memastikan pasien tetap mendapatkan terapi tepat waktu," jelasnya.

Salah satu rumah sakit yang menjadi pusat pelayanan adalah RSUD dr Zubir Mahmud di Kabupaten Aceh Timur, yang menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan yang masih beroperasi di wilayah tersebut. Sejumlah layanan poliklinik seperti THT, Mata, Bedah, Anak, Gigi, Penyakit Dalam, Saraf, hingga Jiwa telah kembali dibuka. Pelayanan HD di rumah sakit ini turut meningkat akibat pengalihan pasien dari RSUD Kota Langsa dan Aceh Tamiang yang belum berfungsi pascabencana.

BPJS Kesehatan juga menggandeng RSU Putri Bidadari di Kabupaten Langkat, Sumut, sebagai rujukan tambahan untuk mengantisipasi lonjakan pasien. Plh Direktur RSU Putri Bidadari, dr Esti Aditya menyatakan kesiapan rumah sakitnya dalam menangani pasien rujukan dari Aceh. "Kami siap menerima pasien HD maupun pasien dengan penyakit kronis lainnya. Seluruh pasien akan dilayani seoptimal mungkin sesuai regulasi," tegasnya.

BPJS Kesehatan berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan seluruh pihak terkait dapat memastikan akses layanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan di wilayah terdampak tetap berjalan optimal dan berkualitas. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Massa Gebrak Berunjukrasa di Kantor BPJS Kesehatan Padangsidimpuan
Banjir Bandang Landa Sigi Sulteng, Ribuan Warga Terdampak
Anggota DPRD Simalungun Minta Pemprovsu Benahi Longsor di Raya Simalungun
Dandim Nias Dorong Pasukan Reaksi Cepat Semangat Terus Cari Korban Longsor
2019, Iuran BPJS Kesehatan Naik
Hari Keempat Longsor Gomo, 4 Korban Belum Ditemukan
komentar
beritaTerbaru