Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Maret 2026

Dinkes Sumut: 1,49 Juta Warga Terdampak Bencana, 346 Meninggal dan Fasilitas Kesehatan Lumpuh

Leo Bastari Bukit - Jumat, 12 Desember 2025 19:26 WIB
493 view
Dinkes Sumut: 1,49 Juta Warga Terdampak Bencana, 346 Meninggal dan Fasilitas Kesehatan Lumpuh
Foto harianSIB.com/Dok
Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal Lubis

Medan (harianSIB.com)

Bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang melanda 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara menimbulkan dampak besar terhadap keselamatan warga dan layanan kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut melaporkan, hingga Jumat (12/12/2025) terdapat 402.776 kepala keluarga atau 1.495.687 jiwa terdampak.

Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal Lubis, menyampaikan jumlah korban meninggal dunia mencapai 346 orang. Selain itu, 100 warga mengalami luka berat, 11.955 luka ringan, dan 92 orang masih dinyatakan hilang. Akibat kondisi tersebut, 45.442 warga terpaksa mengungsi ke berbagai posko.

Bencana ini juga melumpuhkan sejumlah layanan kesehatan. Berdasarkan data Dinkes, satu rumah sakit, tujuh puskesmas, tujuh pustu, dan satu polindes tidak dapat beroperasi karena kerusakan infrastruktur.

Di Tapanuli Selatan, dua pustu, Huta Godang dan Garoga serta Polindes Sibara-bara tidak berfungsi, sementara Pustu Tolang harus dipindahkan ke Posko Kesehatan Desa Tolang Julu. Di Tapanuli Tengah, enam puskesmas, Pandan, Badiri, Tukka, Sorkam, Barus, dan Kolang, belum bisa melayani secara penuh sehingga layanan dilakukan secara mobile. Empat pustu juga dilaporkan tidak berfungsi.

Baca Juga:
Di Langkat, RSUD Tanjung Pura tidak beroperasi dan layanan dialihkan ke RSU Putri Bidadari. Puskesmas Pantai Cermin juga memindahkan pelayanan ke posko kesehatan.

Kasus Penyakit Meningkat Tajam

Pascabencana, sejumlah penyakit menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga 12 Desember 2025, penyakit kulit tercatat sebanyak 8.675 kasus dan ISPA 7.682 kasus. Kondisi pengungsian yang padat, lembap, serta paparan air kotor menjadi faktor pemicu.

Selain itu, tercatat 1.474 kasus diare, 890 kasus ILI, 573 kasus suspek demam tifoid, dan 12 kasus suspek dengue. Meski kasus dengue masih rendah, Dinkes tetap mewaspadai peningkatan populasi nyamuk setelah banjir surut. Tidak ada laporan kasus campak, leptospirosis, pertusis, maupun malaria. Langkat, Deliserdang, dan Tapanuli Tengah menjadi daerah dengan jumlah kasus penyakit tertinggi.

Hamid Rijal juga memaparkan data temuan penyakit dari beberapa daerah terdampak:

-Tapanuli Selatan (11 Desember 2025): myalgia 365 kasus, demam 284, ISPA 224.

-Tapanuli Tengah – Posko GOR (10 Desember 2025): demam 262, ISPA 238, dispepsia 157.

- Langkat (10 Desember 2025): gatal-gatal 1.641, ISPA 1.474, demam 490, dispepsia 459.

- Humbang Hasundutan (8 Desember 2025): hipertensi 55, ISPA 45, sakit kepala 25.

-Kota Sibolga (5 Desember 2025): sakit kepala 557, ISPA 150, myalgia 87, gatal-gatal 60.

Melihat dominasi penyakit berbasis lingkungan, Dinkes Sumut memprioritaskan penguatan surveilans epidemiologi, peningkatan sanitasi di pengungsian, penyediaan air bersih, layanan kesehatan mobile, serta deteksi dini potensi Kejadian Luar Biasa (KLB). "Distribusi penyakit antara laki-laki dan perempuan relatif seimbang, menunjukkan faktor risiko lebih berasal dari lingkungan," ujar Hamid.

Pemprov Sumut terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan meski banyak fasilitas terdampak.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wakil Wali Kota Medan Berharap BPJS Permudah Masyarakat Dapatkan Fasilitas Kesehatan
HKN ke-54, Dinkes Sumut Libatkan Lintas Sektor dan Lintas Program
Gubsu Hadiri Tahlilan di Pengungsian, Doakan Korban Banjir Bandang Madina
PT Aneka Gas Gugat Hasil Lelang Proyek di Dinkes Sumut ke PTUN
Anomali Cuaca Berubah-ubah, Waspadai Penyakit Diare dan DBD
Cegah Gizi Kurang, Dinkes Sumut Siapkan 200 Tenaga Enumerator
komentar
beritaTerbaru