Pelindo Multi Terminal Branch Sibolga Gelar Program “Pelindo Berbagi Ramadhan 2026”
Sibolga(harianSIB.com)Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Sibolga melaksanakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk
Aceh Tamiang(harianSIB.com)
Penanganan pascabencana banjir di Aceh terus bergerak ke fase lanjutan. Pembangunan hunian sementara (huntara) mulai direalisasikan sebagai langkah awal pemulihan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Sebanyak 600 unit hunian telah dibangun pada tahap awal ini.
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) yang juga menjabat Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan, pembangunan huntara merupakan bentuk partisipasi aktif negara melalui BUMN dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
"Pada prinsipnya kami ingin ikut berpartisipasi membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana. Kami berharap hunian yang dibangun dapat menjadi tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat, sekaligus mendukung proses pemulihan mereka," ujar Dony, di sela peninjauan lokasi, Selasa (30/12/2025).
Baca Juga:Menurutnya, pembangunan huntara selain berorientasi pada kecepatan juga pada kualitas lingkungan hunian. Karena itu, kawasan yang dibangun dirancang agar memiliki fasilitas pendukung kehidupan sehari-hari, mulai dari fasilitas umum, tempat ibadah, hingga ruang bermain anak. Akses konektivitas juga menjadi perhatian agar warga tetap dapat beraktivitas dan berkomunikasi selama masa pemulihan.
Dony menambahkan, 600 unit hunian tersebut merupakan tahap awal dari program yang lebih besar, dengan target pembangunan hingga 15.000 unit di berbagai wilayah terdampak. Ke depan, pembangunan akan dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi lain, menyesuaikan kebutuhan dan kesiapan daerah.
"Kami akan menunggu arahan dari pemerintah daerah terkait lokasi-lokasi lain yang memang membutuhkan dan siap untuk dibangunkan," katanya.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, S.E. menyampaikan, dampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu dirasakan hampir di seluruh wilayah provinsi. Dari 18 kabupaten/kota terdampak, setidaknya tujuh daerah mengalami dampak paling parah, sehingga memerlukan penanganan cepat dan kolaboratif.
"Kami menyampaikan ribuan terimakasih. Progresnya sangat cepat. Kami melihat pekerjaan pembangunan nonstop 24 jam. Kami berharap pembangunan hunian sementara ini berjalan paralel dengan pemulihan yang sedang berjalan. Pemerintah daerah telah meminta agar lahan disiapkan, baik dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pihak lain yang memungkinkan, sehingga pembangunan bisa segera dilanjutkan," ujar Fadhlullah.
Ia menekankan, keberadaan huntara harus benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Selain unit hunian, kawasan tersebut diharapkan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, sehingga warga dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih layak selama masa transisi.
"Harapannya masyarakat yang menempati hunian ini merasa betah, aman, dan nyaman, sambil menunggu proses pemulihan berikutnya," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, mengungkapkan, skala kerusakan akibat bencana di wilayahnya tergolong sangat besar. Berdasarkan pendataan sementara, lebih dari 14.000 rumah terdampak, dengan sekitar 8.000 unit mengalami kerusakan berat.
"Untuk rumah yang rusak parah jumlahnya lebih kurang 8.000 unit. Total rumah terdampak bisa lebih dari 14.000. Karena itu, untuk rumah-rumah yang rusak berat kemungkinan besar akan dilakukan relokasi," ujar Armia.
Ia juga menekankan pentingnya kelengkapan data dan persyaratan administrasi agar proses pembangunan dan bantuan dapat berjalan berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak warga terdampak.
Pembangunan huntara tahap awal ini dikerjakan secara kolaborasi oleh BUMN Karya, Himbara, PLN, Pertamina, Telkom dan didukung oleh kesiapan areal oleh PTPN Grup, percepatan penyediaan dan kesiapan areal oleh PTPN memungkinkan proses pengerjaan dilakukan lebih cepat.
Program pembangunan huntara ini merupakan bagian dari sinergi lintas pihak antara pemerintah pusat dan daerah, BUMN, serta berbagai institusi pendukung. Sejumlah entitas terlibat dalam penyediaan infrastruktur dasar, utilitas, dan layanan pendukung lainnya, sehingga kawasan hunian dapat segera difungsikan sebagai tempat tinggal sementara yang aman dan layak.(*)
Sibolga(harianSIB.com)Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Sibolga melaksanakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk
Tapteng(harianSIB.com)Manager Unit Pelayanan Pelanggan Sibolga Kota Erwinsyah menginformasikan adanya rencana pekerjaan pemeliharaan jaringa
Medan(harianSIB.com)Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution membahas peluang kerja sama di sektor perfilman dan pendidikan, saat menerim
Nisel(harianSIB.com)Gaji lembur puluhan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dermaga Berkah, Yayasan Dahan Ranting Berbuah, Nias S
Medan(harianSIB.com)Satres Narkoba Polrestabes Medan mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan seorang selebgram yang juga b
Tebingtinggi(harianSIB.com)Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, komunitas olahraga Fun Football Comunity (FFC) mengge
Tapteng(harianSIB.com)Kepala Cabang PT Pos Pandan Jualiter Simbolon menyatakan kesiapan pihaknya memberikan pelayanan maksimal bagi masyarak
Tapteng(harianSIB.com)Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang te
Medan(harianSIB.com)Harga emas dunia ditransaksikan naik di kisaran 5.210 dolar AS per ons troy, atau sekitar Rp2,83 juta per gram. Kenaikan
Medan(harianSIB.com)Dinas Ketahanan Pangan dan Tanaman Pangan Hortikultura (Ketapang) Sumatera Utara mencatat produksi jagung sepanjang Janu
Medan(harianSIB.com)Murni Teguh Memorial Hospital (MTMH) menghadirkan teknologi Robotic Surgery atau bedah robotik sebagai inovasi terbaru d
Medan(harianSIB.com)Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) meraih penghargaan sebagai instansi terbaik dengan peringkat ke2 dari 30