Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Februari 2026

Apresiasi Green Card UNESCO, Bobby Nasution Tekankan Investasi Geopark Kaldera Toba Harus Sejahterakan Masyarakat

Danres Saragih - Selasa, 30 Desember 2025 19:37 WIB
464 view
Apresiasi Green Card UNESCO, Bobby Nasution Tekankan Investasi Geopark Kaldera Toba Harus Sejahterakan Masyarakat
Foto: Dok/Diskominfo Sumut
Gubernur Sumut Bobby Nasution, didampingi sejumlah pimpinan OPD menerima audiensi Badan Pengelola Toba Caldera Geopark, Kantor Gubernur, Selasa (30/12/2025).

Medan(harianSIB.com)

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi keberhasilan Geopark Kaldera Toba mempertahankan status Green Card (kartu hijau) dalam keanggotaannya di jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp). Menurutnya, status internasional itu harus membawa dampak nyata bagi warga lokal.

Hal tersebut terungkap saat Gubernur Sumut Bobby Nasution menerima kunjungan Badan Pengelola Toba Caldera Geopark (BPTCG), di Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (30/12/2025). Bobby Nasution menekankan, pengembangan Kaldera Toba merupakan tanggung jawab bersama, terutama Pemprov Sumut.

"Penerimaan sertifikat Green Card dari UNESCO ini harus memberikan dampak langsung pada masyarakat sekitar Geopark. Investasi yang masuk diharapkan tidak merusak lingkungan pariwisata. Segala bentuk investasi harus kita kaji asas manfaatnya," tegas Bobby.

Baca Juga:
Terkait tawaran skema pembiayaan dari pihak luar yang mencakup opsi bantuan maupun pinjaman (loan), Bobby mengingatkan, agar pengelola lebih mengutamakan kemandirian.

"Diharapkan dapat mengambil opsi secara mandiri yang tidak memberatkan konsep Geopark ke depan. Namun, bila konsep pembiayaan itu tidak memberatkan dan bermanfaat bagi masyarakat, kita dapat mempertimbangkannya," katanya.

Sebelumnya, General Manager BPTCG Azizul Kholis, melaporkan sertifikat Green Card tersebut dijadwalkan akan diterima secara resmi pada Februari 2026 di Sekretariat UNESCO, Prancis. Selain itu, Toba Caldera diproyeksikan menjadi pusat penelitian Geopark se-Asia Pasifik dan menerima tawaran investasi pembiayaan.

Azizul Kholis juga menyampaikan beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan BPTCG, meliputi penyelenggaraan acara besar pada September 2026, yang akan mengumpulkan aktivis, pengusaha dan akademisi. Kegiatan itu bertujuan menjadikan Kaldera Toba sebagai pusat penelitian Geopark se-Asia Pasifik.

"Kemudian kerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk memetakan dan meningkatkan infrastruktur di wilayah prioritas Geopark. Diharapkan Geopark ini tidak hanya sekadar label, tetapi menjadi motor pertumbuhan ekonomi di bidang pariwisata yang berkelanjutan," katanya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kaldera Toba Geopark Salah Satu Pusat Konservasi, Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat
Viktor Silaen Apresiasi Geopark Kaldera Toba Raih Green Card UNESCO dan Wajib Ditingkatkan
Revalidasi Geopark Kaldera Toba Berakhir
Danau Toba Ditetapkan Status Darurat Karhutla, Tokoh Masyarakat Ingatkan Pemda Siaga Penuh
Menteri Kebudayaan Hadiri Tradisi Jamu Laut di Sergai: Indonesia Mega Diversity
Tim Assesor UNESCO Kunjungi Geosite Sibaganding Parapat
komentar
beritaTerbaru