Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Sri Rezeki Ingatkan Direksi PUD yang Baru Dilantik Fokus Kejar PAD

Desra A Gurusinga - Selasa, 06 Januari 2026 13:15 WIB
373 view
Sri Rezeki Ingatkan Direksi PUD yang Baru Dilantik Fokus Kejar PAD
Ist/SNN
Hj Sri Rezeki AMd

Medan(harianSIB.com)

Seleksi Perusahaan Umum Daerah (PUD) Medan telah selesai dilaksanakan dan Wali Kota Medan Rico Waas sudah melantik 12 Direksi PUD, diantaranya Direksi PUD Pasar, Direksi PUD Pembangunan dan Direksi PUD Rumah Potong Hewan (RPH).

Menanggapi itu, Anggota Komisi 3 DPRD Medan Hj Sri Rezeki AMd, Selasa (6/1/2026) mengingatkan pelantikan Direksi PUD Medan jangan sekedar seremonial belaka. Namun Direksi baru dituntut mampu menyelesaikan berbagai "pekerjaan rumah" (PR) lama yang selama ini sulit dituntaskan di tubuh PUD Pasar, PUD Pembangunan, dan PUD RPH.

Meskipun sempat menyinggung adanya rumor "pejabat titipan", Sri Rezeki menyatakan bahwa fokus utama Komisi III adalah pada tanggung jawab dan hasil kerja nyata para direksi terpilih.

Baca Juga:
Politisi PKS ini juga menegaskan, direksi PUD tidak boleh rangkap jabatan. Karena jabatan direksi adalah posisi profesional, bukan politik. Oleh karena itu, direksi dilarang keras merangkap jabatan agar dapat fokus pada manajerial dan integritas pelayanan publik.

Ditekankannya, sebagai wakil rakyat, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan dan mengevaluasi kinerja para direksi. "Kita butuh orang yang mampu mengatasi persoalan di PUD, bukan orang titipan yang ujung-ujungnya malah menggerus APBD. Kita butuh hasil, bukan sekedar kata-kata," ujarnya.

Untuk diketahui, berbagai persoalan di PUD antara lain, PUD Pasar, kasus sewa lahan eks Pasar Aksara yang tidak transparan dan tidak sesuai aturan sehingga berujung gugatan. Penyalahgunaan wewenang dan jabatan, serta adanya dugaan korupsi dan pungutan liar (Pungli) di sejumlah pasar.

PUD Pembangunan; kinerja buruk direksi dan berdampak pada kinerja perusahaan. Seperti pengelolaan Medan Zoo yang hingga saat ini seolah terpuruk dan sulit bangkit.

PUD RPH ; terus menerus merugi dan setiap tahun diberi tambahan modal.

Permasalahan limbah berupa feses, urin, darah, dan air cucian yang menimbulkan bau tidak sedap. Berkompetisi dengan pemotongan hewan ilegal atau di luar fasilitas resmi yang tidak menerapkan standar kesehatan. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolrestabes Medan: Patroli Gabungan Skala Besar Dilaksanakan Pada Jam Rawan
Paripurna DPRD Tebingtinggi Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Molor 1,5 Jam
Gaya Hidup Konsumtif Picu Kepala Daerah Korupsi
Medan Juara Umum Kejurprov TI Sumut 2018
Hasto: Kepala Daerah Dukung Jokowi Bukan Berarti Kebal Hukum
Seharusnya Kepala Daerah Jera Berbuat Korupsi
komentar
beritaTerbaru