Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Hasil Otopsi Dibacakan Penyidik, Keluarga Temukan Dugaan Kejanggalan Kematian Pegawai Lapas di Labuhan Bilik

Rido Sitompul - Selasa, 06 Januari 2026 20:53 WIB
2.663 view
Hasil Otopsi Dibacakan Penyidik, Keluarga Temukan Dugaan Kejanggalan Kematian Pegawai Lapas di Labuhan Bilik
Foto: harianSIB.com/Dok
Mariama Gustiani disamping peti jenazah korban.

Selain itu, dalam pemeriksaan bagian dalam tubuh, ditemukan sejumlah kondisi medis, di antaranya tidak dijumpainya kelenjar getah bening dan kelenjar gondok. Pada irisan paru ditemukan buih-buih halus yang sukar pecah, bintik kemerahan, serta bercak hitam di seluruh lapang paru. Limpa berwarna pucat dengan permukaan keriput, kelenjar liur perut berwarna pucat dan permukaan berbatu, usus dua belas jari berisi lendir kekuningan, lambung masih berisi sisa makanan yang sedang dicerna. Lalu ginjal kanan berwarna ungu pucat, kandung kemih berisi cairan encer berwarna kuning keruh.

Dalam hasil tersebut juga disebutkan pemeriksaan laboratorium dan histologi forensik tidak dilakukan, namun terdapat pengambilan sampel darah dan cairan lambung.

"Yang membuat kami mempertanyakan adalah adanya patah tulang di kedua kaki. Menurut kami, itu mengindikasikan kemungkinan adanya kekerasan sebelum kebakaran terjadi," kata Maya.

Sementara itu, ibu korban, Mariama Gustiani, mengungkap kronologi yang mereka peroleh berdasarkan keterangan rekan-rekan almarhum. Mariama mengatakan, ia pertama kali menerima kabar duka pada Minggu malam, sekitar pukul 22.00 WIB, setelah mendapat telepon dari Kepala Lapas Labuhan Bilik, Leo Panjaitan, yang menyampaikan Samuel meninggal dunia akibat kebakaran rumah kos sekitar pukul 20.00 WIB.

"Anak saya bekerja di Lapas Labuhan Bilik sejak April 2022 sebagai sipir tahanan. pada pertengahan Oktober 2025, diangkat sebagai ajudan Kalapas," ujar Mariama.

Setelah menerima kabar tersebut, Mariama bersama beberapa tetangga langsung menuju RSUD Rantauprapat. Pihak rumah sakit menyampaikan jenazah Samuel harus diotopsi karena kondisi jasad sudah hangus terbakar dan tidak dapat dikenali secara kasat mata.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ribuan Kendaraan Dipaksa Masuk Markas Polres Labuhanbatu
Kapolres Frido Sarankan Keluarga Otopsi Jenazah Suheri
Wasops Polri Tinjau Kesiapan Polres Labuhanbatu Amankan Pileg dan Pilpres
Kasat Resnarkoba Polres Labuhanbatu Ajak Pers Ikut Berantas Narkoba
Dua Anggota Polres Labuhanbatu Dipecat
KPK Periksa 8 Saksi Terkait OTT Pangonal Harahap di Polres Labuhanbatu
komentar
beritaTerbaru
BBM Mulai Langka di Saribudolok

BBM Mulai Langka di Saribudolok

Simalungun(harianSIB.com)Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar mulai langka di daerah Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupa