Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Sinergi Logistik Nasional: Stasiun Belawan Perkuat Mata Rantai Integrasi Kereta Api dan Jalur Laut

Duga Munte - Senin, 12 Januari 2026 14:36 WIB
291 view
Sinergi Logistik Nasional: Stasiun Belawan Perkuat Mata Rantai Integrasi Kereta Api dan Jalur Laut
Foto: Dok/Humas KAI Divre I Sumut
Suasana di Stasiun KA Belawan

Medan(harianSIB.com)

Di tengah upaya pemerintah memperkuat sistem logistik nasional, Stasiun Belawan mengukuhkan posisinya sebagai titik krusial (interaktor) yang menjembatani angkutan rel dengan gerbang ekspor-impor laut. Integrasi ini bukan sekadar soal pemindahan barang, melainkan upaya menciptakan efisiensi waktu dan biaya yang kompetitif.

Stasiun yang berada di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara tersebut, memegang peranan krusial sebagai urat nadi distribusi komoditas unggulan Sumatera Utara menuju pasar global. Stasiun tersebut merupakan lokasi tujuan akhir kereta api yang mengangkut beberapa komoditas seperti CPO (Crude Palm Oil), lateks dan petikemas sebelum dikirim ke luar Sumut dengan angkutan laut.

"Setiap harinya Stasiun Belawan melayani rata-rata 22 perjalanan kereta api barang yang datang dan berangkat menuju berbagai wilayah," ungkap Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo, di Medan, Senin (12/1/2026).

Sebagai stasiun muara bagi kereta api barang selama tahun 2025, Stasiun Belawan telah melayani sebanyak 83.760 ton CPO, 151.235 ton petikemas, dan 3.051 ton lateks yang dibawa dari berbagai wilayah sentra produksi, mulai dari Rantau Prapat, Asahan, hingga Lubuk Pakam dan sekitarnya, yang nantinya akan menjadi komoditas pemanfaatan eksport dan lokal.

Baca Juga:
"Sedangkan petikemas yang berhasil dimuat dan didistribusikan dari Stasiun Belawan pada 2025 sejumlah 73.593 ton," jelasnya.

Dalam operasionalnya, stasiun ini terdapat fasilitas mesin bongkar untuk komoditas CPO dan juga lateks. Selain itu juga terdapat layanan pemuatan dan pembongkaran petikemas menggunakan alat berat seperti Reach Stacker (RS).

Lokasinya Stasiun Belawan yang berada di kawasan pesisir dengan ketinggian hanya +1,90 meter di atas permukaan laut (mdpl), membuat area stasiun menjadi langganan banjir rob (genangan akibat air laut pasang) yang kerap menggenangi kawasan tersebut sebulan sekali pada saat posisi bulan purnama.

"Meskipun jalur sering tergenang air rob karena lokasinya yang berada di pesisir, KAI Divre I Sumatera Utara memastikan operasional perjalanan kereta api sama sekali tidak terganggu," ujarnya.

Ketangguhan infrastruktur di stasiun ini terbukti dengan tetap lancarnya pelayanan angkutan barang meski di tengah genangan air. Petugas yang disiagakan memastikan jalur kereta api tetap aman untuk dilalui agar distribusi komoditas tetap berjalan sesuai jadwal dan program yang telah ditentukan.

Keberadaan stasiun ini membuktikan tantangan alam bukan menjadi penghalang bagi kelancaran perjalanan kereta api dalam membangun perekonomian di Sumatera Utara. Melalui pemeliharaan yang konsisten serta kekuatan dalam kerja sama yang sinergis.

"KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen penuh menjaga keandalan Stasiun Belawan agar aliran barang antara kereta dan kapal laut selalu lancar dan tepat waktu. Dengan memastikan Stasiun Belawan beroperasi maksimal, KAI ikut menjaga urat nadi perdagangan tetap berlangsung guna mendorong perekonomian Sumatera Utara yang lebih maju untuk seluruh lapisan masyarakat," pungkas Anwar. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
KAI Divre I Sumut Catat 52 Kasus Kecelakaan Pintu Perlintasan
Pasca Gempa, PT KAI Divre I Sumut, Pastikan Jembatan dan Rel KA Aman Dilintasi
Antisipasi Lonjakan Penumpang, PT KAI Divre I Sumut Tambah 9 Gerbong
 Darmin: Indonesia Tidak Punya Sistem Logistik Baik
Pemerintah Siapkan Sistem Logistik Terintegrasi
komentar
beritaTerbaru