Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Bekerjasama Dengan PT Ciputra, PTPN 1 Klaim Selamatkan Aset Negara

Horas Pasaribu - Rabu, 14 Januari 2026 19:31 WIB
398 view
Bekerjasama Dengan PT Ciputra, PTPN 1 Klaim Selamatkan Aset Negara
Foto SIB/ Google
Bangunan perumahan proyek Kota Deli Megapolitan.

Medan(harianSIB.com)

PTPN I Regional 1 (sebelumnya PTPN II) mengklaim telah menyelamatkan dan mengoptimalkan aset negara. Proyek Kota Deli Megapolitan (KDM) dinilai menjadi salah satu langkah strategis perusahaan BUMN ini.

Sekaligus mendorong kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan dan perekonomian daerah.

Baca Juga:
Hampir 80 persen lahan proyek KDM digarap masyarakat sejak pasca reformasi 1998, namun dalam praktiknya tidak memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan maupun negara.

Kondisi tersebut bahkan menimbulkan berbagai persoalan, penggarap dinilai menunggak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga praktik penguasaan dan transaksi lahan secara ilegal.

Untuk menyelesaikan persoalan penggarapan lahan dan konflik sosial yang berkembang di tengah masyarakat, PTPN I Regional 1 menggandeng PT Ciputra KPSN untuk mengembangkan proyek KDM.

Pengembangan kawasan KDM tidak hanya menghadirkan kawasan hunian dan fasilitas modern, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja,

peningkatan aktivitas ekonomi lokal, serta optimalisasi aset negara yang sebelumnya tidak produktif.

General Manager CitraLand Tanjung Morawa, Taufik Hidayat dalam press releasenya, Rabu (14/1/2026) menjelaskan, proyek KDM berawal dari terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo (Mebidangro).

Pada periode tersebut, sebagian besar lahan PTPN digarap masyarakat tanpa memberikan manfaat ekonomi, baik bagi perusahaan maupun negara. "Melalui pengembangan KDM, aset negara yang sebelumnya tidak produktif kini berhasil dioptimalkan," ujar Taufik Hidayat.

Ia menambahkan, dampak pengembangan kawasan tersebut kini mulai dirasakan langsung oleh pemerintah daerah. Pendapatan pajak yang selama bertahun-tahun tertunggak kembali mengalir seiring dengan meningkatnya nilai kawasan.

Nilai PBB yang sebelumnya hanya sekitar Rp21 ribu per bidang lahan, meningkat signifikan menjadi sekitar Rp600 ribu setelah kawasan dikembangkan.

"Selain peningkatan PBB, kontribusi ekonomi juga datang dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang mencapai 2,5 persen dari nilai transaksi," katanya.

Dengan nilai pengembangan kawasan yang ditaksir mencapai Rp 2 triliun, BPHTB yang masuk ke kas daerah menjadi sumber pendapatan yang signifikan. Ke depan, PTPN juga akan memperoleh manfaat berkelanjutan melalui skema bagi hasil dari pengembangan kawasan tersebut.

Dari sisi ketenagakerjaan, hingga saat ini proyek Kota Deli Megapolitan telah menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja, yang mayoritas berasal dari masyarakat setempat. Belum termasuk dampak berantai pada sektor-sektor pendukung lainnya.

Salah satu warga yang merasakan langsung manfaat proyek KDM adalah Ryan, warga Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang.

Setelah lulus SMA, Ryan sempat menganggur dan bekerja serabutan karena kesulitan memperoleh pekerjaan tetap.

"Sebelumnya saya menganggur, pekerjaan saya serabutan. Sejak ada proyek inilah saya akhirnya bekerja dan sekarang bisa memberikan penghasilan untuk mencukupi

kebutuhan hidup keluarga," ujarnya.

Kehadiran proyek KDM juga membawa dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan. Pak Gun, pedagang warung nasi di sekitar lokasi proyek, mengaku omzet usahanya meningkat seiring aktivitas pembangunan yang berjalan. "Omzet warung kami naik sejak pekerja proyek mulai membeli makan di sini setiap hari," ujarnya.

Menurut Taufik, sektor properti merupakan salah satu sektor yang mampu menggerakkan banyak lini usaha sekaligus. Industri bahan bangunan dari hulu hingga hilir turut bergerak, mulai dari pabrik granit, pasir, pintu, hingga jasa keamanan dan kebersihan.

"Properti adalah sektor yang menggerakkan banyak lini usaha sekaligus. Dari produksi material, distribusi, hingga jasa, semuanya berputar dan menciptakan multiplier effect ekonomi yang besar," katanya. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Mengapresiasi Kinerja Kejagung Selamatkan Aset Negara
Ciputra Targetkan Penjualan Produk Capai Rp 10,96 Triliun
komentar
beritaTerbaru