Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Bebas Mata SePeLe: Kisah Nyata Gen Z hingga Ojol Terbebas dari Mata Kering

Christopel H Naibaho - Kamis, 15 Januari 2026 13:54 WIB
925 view
Bebas Mata SePeLe: Kisah Nyata Gen Z hingga Ojol Terbebas dari Mata Kering
Foto harianSIB.com/Christopel Naibaho
Christian Sitorus sedang meneteskan Insto Dry Eyes di sela-sela pekerjaannya, Kamis (15/1/2026).

Medan(harianSIB.com)

Mata sepet, perih, dan lelah kerap dianggap keluhan sepele di tengah rutinitas harian yang padat. Padahal, di balik rasa tidak nyaman tersebut, bisa tersembunyi masalah kesehatan mata yang lebih serius: mata kering.

Kondisi ini dialami Christian Sitorus (27), pemuda asal Pematangsiantar, yang menjadi gambaran nyata kelompok Gen Z yang rentan mengalami mata kering tanpa disadari.

"Kan sering di depan komputer, jadi mata perih. Mikirnya ini cuma kelelahan, ternyata tidak," ucap Christian di Medan, Kamis (15/1/2026).

Kesibukannya sebagai tim media di sebuah instansi memang menuntutnya bekerja menatap layar terlalu lama. Ia memotret, merekam video, hingga mengolah konten media sosial dengan penuh totalitas. Kamera, smartphone, dan komputer pun menjadi 'teman dekat' yang hampir setiap hari menatap matanya.

Baca Juga:
"Pokoknya menatap layar terus," sambung dia.

Awalnya, dia menganggap mata sepet, perih, dan lelah sebagai hal lumrah. Apalagi dia kerap terlalu lama menatap layar komputer dan kamera. Sensasi kering mulai terasa, membuat fokusnya terganggu saat bekerja. Dari rasa penasaran, Tian mulai mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Kesadaran itu datang saat ia memahami bahwa gejala yang dialaminya bukan sekadar kelelahan biasa. Mata sepet, perih, dan lelah (SePeLe) merupakan tanda awal mata kering yang tidak boleh dianggap enteng.

Menurut dr Eka Octaviani Budiningtyas SpM, dokter spesialis mata dari JEC Eye Hospitals and Clinics, kasus mata kering di Indonesia tergolong tinggi.

"Pasien yang datang dengan keluhan mata kering jumlahnya sangat banyak, dan sebagian besar baru menyadari setelah kondisinya cukup parah. Padahal, gejala awal seperti sepet, perih, dan lelah sudah muncul sejak lama. Jika dikenali sejak dini, mata kering bisa dicegah agar tidak berkembang lebih berat," jelas dr Eka.

- Insto Dry Eyes Jadi Solusi

Kesadaran itu membuat Tian lebih peka pada kesehatan matanya. Ia memilih Insto Dry Eyes sebagai solusi untuk membantu mengatasi mata kering dan meredakan iritasi akibat kurangnya produksi air mata. Kini, botol kecil Insto hampir selalu ada di sakunya.

"Sebelum mata benar-benar lelah, saya istirahat sebentar lalu meneteskan Insto Dry Eyes," katanya.

Hasilnya terasa. Mata menjadi lebih segar dan nyaman, siap kembali bekerja. Kepercayaan dirinya pun meningkat. Matanya kembali "enak diajak bekerja".

Rekan-rekan kerjanya ikut menyadari perubahan tersebut, hingga akhirnya mengikuti ajakan Christian untuk lebih peduli pada kesehatan mata dan menggunakan Insto Dry Eyes sebagai solusi mata kering.

Di luar pekerjaannya sebagai tim media, Tian juga aktif di dunia fotografi. Dari memotret lanskap hingga potret manusia, ketajaman penglihatan menjadi modal utama. Dia juga sering bermain game di komputer hingga smartphone. Baginya, mata yang sehat berarti kualitas karya yang tetap terjaga. Dengan mata bebas SePeLe, produktivitas pun optimal.

Kisah serupa datang dari Adit (38), seorang pengemudi ojek online di Medan. Aktivitas di luar ruangan, paparan debu, angin, dan polusi membuat mata perih menjadi keluhan sehari-hari.

Awalnya, Adit menganggap kondisi tersebut sepele. "Namanya risiko pekerjaan. Mikirnya gitu dulu," sebutnya.

Namun seiring waktu, ia menyadari bahwa mata yang tidak nyaman dapat mengganggu konsentrasi, bahkan membahayakan keselamatan berkendara.

Sejak mengenal Insto Dry Eyes, Adit menjadi lebih peka terhadap kondisi matanya. Ia memahami bahwa mata sehat bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keamanan. "Kalau mata perih dan kering, fokus bisa hilang. Ini bukan cuma soal kerja, tapi juga nyawa," ujarnya.

- Survey Mata Kering

Data Insto Dry Eyes: Survei Mata Kering, 710 responden di wilayah Jabodetabek dan Bandung menunjukkan 41 persen masyarakat mengalami mata kering, atau sekitar 4 dari 10 orang. Namun, 20 persen di antaranya tidak menyadari kondisi tersebut.

Rendahnya kesadaran berdampak pada penanganan yang kurang tepat. Sebagian responden yang tidak sadar mengalami mata kering justru menggunakan tetes mata yang tidak sesuai, seperti tetes mata untuk iritasi atau mata merah, bahkan tidak melakukan penanganan sama sekali.

Kondisi serupa juga terjadi pada responden yang sudah menyadari mengalami mata kering. Sebagian masih salah memilih jenis tetes mata atau tidak mengambil tindakan.

Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan mata agar masyarakat memahami cara penanganan mata kering yang tepat. Dan solusi salah satunya ada pada Insto Dry Eyes. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pisah Sambut Kapolres Tebingtinggi, Wali Kota Apresiasi AKBP Simon Paulus Sinulingga
Bobol Gereja Bethel Indonesia, 2 Pelaku Pencurian Dibekuk Polisi di Pematangsiantar
Warga Heboh, Seekor Babi Hutan Jalan Santai di Jalan Raya Kota Padangsidimpuan
Korupsi Pagar Laut Tangerang, Kades Kohod Divonis 3,5 Tahun Penjara
Ahmad Sahroni Klaim Rugi Rp80 M, Rumah Dijarah hingga Kendaraan Hancur
Laporan Dugaan Penipuan Trading Kripto Masuk Polda Metro Jaya, Nama Pendiri Akademi Crypto Dicatut
komentar
beritaTerbaru