Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 18 Januari 2026

Medsos Rawan Informasi Tak Berimbang, Dinkes Medan Ajak Warga Percaya Media Massa

Leo Bastari Bukit - Minggu, 18 Januari 2026 20:05 WIB
135 view
Medsos Rawan Informasi Tak Berimbang, Dinkes Medan Ajak Warga Percaya Media Massa
Foto Dok/Forwakes Sumut
AUDIENSI: Sekretaris Dinkes Kota Medan Iin Juliani Saragih SKM MM didampingi lainnya saat menerima audiensi Forwakes Sumut di Kantor Dinkes Kota Medan, belum lama ini.

Medan(harianSIB.com)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menilai informasi yang beredar di media sosial (medsos) tidak dapat sepenuhnya dijadikan sumber informasi yang akurat dan dapat dipercaya.

Pasalnya, banyak konten di medsos yang bersifat sepotong, tidak berimbang, bahkan berpotensi menimbulkan dampak negatif seperti penyebaran hoaks, kejahatan digital, hingga gangguan kesehatan mental akibat cyberbullying.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan melalui Sekretaris Dinkes Kota Medan Iin Juliani Saragih SKM MM saat menerima audiensi Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumut di Kantor Dinkes Kota Medan, belum lama ini.

"Banyak masyarakat saat ini mengonsumsi informasi dari media sosial yang hanya memberitakan satu pihak, tanpa konfirmasi atau perimbangan. Informasi seperti ini cenderung menyudutkan dan menjelekkan pihak tertentu. Padahal kebenarannya belum tentu benar dan perlu dikroscek kembali," ujar Iin, Minggu (18/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Iin didampingi Plh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Medan, Zulhilminil Amani SKM serta Ketua Tim Kerja P2PM Dinkes Medan, Edy Yusuf SKM MKM. Ia menambahkan, komentar netizen di medsos kerap tidak etis dan dipenuhi amarah, yang justru memperkeruh suasana tanpa dasar informasi yang jelas.

Iin juga menyoroti kecenderungan masyarakat yang lebih tertarik pada isu-isu negatif terkait instansi pemerintahan. Menurutnya, informasi positif seperti prestasi atau penghargaan sering kali kurang mendapat apresiasi, sementara kabar miring justru ramai dikomentari tanpa upaya mencari klarifikasi dari media lain yang kredibel.

"Media massa masih sangat dibutuhkan karena memiliki aturan dan standar dalam peliputan. Informasi yang disampaikan lebih akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Sebagai instansi pelayanan publik di bidang kesehatan, Dinkes Medan, lanjut Iin, membutuhkan peran media massa sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang tepat kepada masyarakat. Ia berharap kemitraan antara Dinkes Medan dan Forwakes Sumut dapat terus terjalin dengan baik.

Sementara itu, Ketua Forwakes Sumut Mahbubah Lubis menegaskan bahwa media massa tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai kontrol sosial terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Perbedaan mendasar antara media massa dan media sosial adalah soal legalitas dan tanggung jawab. Media massa memiliki izin serta standar jurnalistik, sedangkan di media sosial, penyebar informasi sering kali tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Mahbubah menambahkan, banyak konten di medsos yang sengaja dipublikasikan demi sensasi dan popularitas, bahkan tak jarang memuat informasi lama yang diunggah ulang seolah-olah peristiwa baru terjadi.

"Keunggulan media sosial ada pada kecepatan, sementara media massa unggul dalam kebenaran dan kedalaman informasi. Keduanya bisa saling melengkapi, namun media massa tetap menjadi jangkar informasi yang andal di tengah derasnya arus informasi di medsos," katanya.

Mahbubah juga menyampaikan bahwa Forwakes telah bermitra selama lebih dari 20 tahun dengan berbagai instansi kesehatan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, rumah sakit pemerintah dan swasta, serta Puskesmas dalam menyampaikan informasi layanan dan menampung keluhan masyarakat.

"Forwakes senantiasa siap menjadi mitra Dinkes Kota Medan agar informasi dan kegiatan terkait pelayanan kesehatan dapat tersampaikan secara luas dan benar kepada masyarakat," pungkasnya. (*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru