UNITA Raih Anugerah SPMI 2025 dari LLDIKTI Wilayah I Sumut
Medan (harianSIB.com)Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) menorehkan prestasi membanggakan dengan menerima penghargaan Anugerah
Medan(harianSIB.com)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menegaskan hingga saat ini belum menerima surat resmi maupun imbauan kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan RI maupun Dinas Kesehatan Provinsi Sumut terkait isu "super flu" yang berkembang di tengah masyarakat.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Medan, Zulhilminil Amani Hasibuan SKM mengatakan secara gejala, flu yang ramai dibicarakan tersebut masih menyerupai flu biasa. Namun, pihaknya belum memiliki dasar resmi untuk memberikan pernyataan lebih jauh.
"Secara gejala memang seperti flu biasa. Sampai saat ini kami belum menerima surat kewaspadaan dari kementerian maupun dari Dinkes Provinsi Sumut. Biasanya surat itu selalu dikirimkan ke daerah, tapi kali ini belum ada," ujarnya, Senin (19/1/2026).
Zulhilminil menambahkan, Dinkes Medan juga belum menerima laporan adanya peningkatan kasus dari Puskesmas maupun rumah sakit. Karena itu, pihaknya belum dapat memberikan komentar teknis terkait isu tersebut.
"Laporan dari Puskesmas tidak ada, rumah sakit juga tidak ada. Rujukan kami hanya dari provinsi dan kementerian. Jadi kami menunggu arahan resmi. Saat ini informasi yang beredar hanya dari media sosial," katanya.
Menurutnya, kondisi ini belum mengkhawatirkan. Ia menjelaskan bahwa obat flu pada umumnya hanya berfungsi untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi, bukan membunuh virus penyebab penyakit.
Zulhilminil juga membandingkan situasi saat ini dengan awal pandemi Covid-19, di mana pemerintah daerah telah menerima surat kewaspadaan bahkan sebelum kasus pertama masuk ke Indonesia.
"Dulu Covid, sebelum masuk Indonesia, kita sudah dapat surat kewaspadaan dan sudah bekerja, termasuk pengamatan penumpang pesawat. Tapi untuk isu super flu ini, belum ada sama sekali," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja P2PM Dinkes Kota Medan, Edy Yusuf SKM MKM mengatakan pihaknya belum dapat memberikan penjelasan lebih rinci karena belum ada dasar kebijakan resmi.
"Belum ada dasar resmi. Memang ada masyarakat yang bertanya dan saya pikir flu ini terasa lebih berat dari flu biasa, tapi kami belum bisa menjawab lebih jauh," ujarnya.
Meski demikian, Edy mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga daya tahan tubuh dengan makan teratur serta istirahat yang cukup. Ia juga menyarankan warga yang mengalami gejala flu untuk menggunakan masker guna mencegah penularan.
"Flu ini virus dan penularannya cepat. Biasanya cepat datang dan cepat sembuh juga, sekitar satu minggu. Virus tidak bisa dibunuh dengan obat, obat hanya meredakan gejala seperti demam, lemas, dan tidak nafsu makan," pungkasnya.
Dinkes Kota Medan memastikan akan segera menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat apabila telah menerima arahan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Bukan Istilah Medis Resmi Dikutip dari berbagai sumber, istilah "super flu" bukan merupakan istilah medis resmi.
Sebutan ini digunakan secara populer untuk menggambarkan infeksi saluran pernapasan dengan gejala yang lebih berat dari flu biasa dan cenderung mudah menular. Kondisi tersebut umumnya disebabkan oleh virus influenza yang bermutasi atau kombinasi infeksi virus lain seperti RSV, adenovirus, maupun Covid-19.
Gejalanya dapat berupa demam tinggi di atas 38 derajat Celsius, batuk berat disertai nyeri dada, pilek atau hidung tersumbat parah, sakit tenggorokan, nyeri otot dan sendi ekstrem, sakit kepala hebat, lemas berkepanjangan, hingga sesak napas pada kasus berat.
Pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis, kondisi ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut. (*)
Medan (harianSIB.com)Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) menorehkan prestasi membanggakan dengan menerima penghargaan Anugerah
Nias(harianSIB.com)Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp870 juta di SMP Negeri 1 Idanogawo, Kabupaten Nias, Sumatera
Medan(harianSIB.com)Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) menegaskan pentingnya pendekatan geosains sebagai dasar utama pengambilan kebijakan
Tapanuli Selatan(harianSIB.com)Personel Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terus melanjutkan upaya pemulihan pascabencana di Desa
Belawan (harianSIB.com)Sebuah pabrik sandal yang berlokasi di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, dilalap s
Medan(harianSIB.com)Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada menitmenit akhir perdagangan setelah seharian bergerak di zona
Medan(harianSIB.com)Kementerian Keuangan Provinsi Sumatera Utara mencatat realisasi belanja pemerintah pusat di Sumatera Utara hingga akhir
Medan(harianSIB.com)Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut) mencatat sebanyak 122 kasus baru kusta sepanjang Januari hingga D
Labuhanbatu(harianSIB.com)Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Labuhanbatu menggerebek sebuah gubuk yang diduga menjadi sarang
Taput(harianSIB.com)Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tapanuli Utara menertibkan puluhan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Terminal Sib
Sibolga(harianSIB.com)Sebanyak empat pemerintah daerah (Pemda) kabupaten/kota wilayah kerja BPJS Kesehatan Kantor Cabang (KC) Sibolga meneri
Medan(harianSIB.com)Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Utara menegaskan bahwa seluruh guru di sekolah memiliki peran sebagai guru Bimbingan