Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Februari 2026

Pemko Binjai Intensifkan Pengawasan Harga Pangan Jelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H

Muhammad Irsan - Selasa, 10 Februari 2026 17:09 WIB
138 view
Pemko Binjai Intensifkan Pengawasan Harga Pangan Jelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H
Foto : harianSIB.com / M Irsan
PENGAWASAN : Jajaran Pemerintah Kota Binjai saat melakukan pengawasan harga pangan di Pasar Tavip Binjai, Selasa (10/2/2026).

Binjai(harianSIB.com)

Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga komoditas pangan strategis menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yakni Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Binjai melakukan pengawasan intensif di sejumlah titik strategis, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan pengawasan yang dipusatkan di Gedung Baru Pasar Tavip ini menyasar pasar tradisional maupun pasar modern di wilayah Kota Binjai.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) dan Pertanian Kota Binjai Gelora Jaya Ananda, SP., Kepala Bagian Perekonomian Andi Affandi, Kabid Linmas Satpol PP, Kabid Peternakan, Kabid Perdagangan dan Perindustrian, serta jajaran staf terkait.

Kepala Dinas Ketapang dan Pertanian Kota Binjai, Gelora Jaya Ananda, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan bahan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Baca Juga:
"Berdasarkan data rekapitulasi per 9 Februari 2026, terdapat fluktuasi harga pada sejumlah komoditas utama. Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai merah keriting sebesar 7,2 persen, dengan harga rata-rata Rp34.667 per kilogram. Harga tertinggi tercatat di Pasar Brahrang yang mencapai Rp40.000 per kilogram," jelas Gelora.

Selain cabai merah keriting, komoditas tomat mengalami kenaikan sebesar 5,9 persen menjadi Rp12.000 per kilogram, sementara bawang merah lokal naik 3,2 persen dengan harga rata-rata Rp32.333 per kilogram.

Pada sektor minyak goreng, minyak goreng premium tercatat mengalami kenaikan sebesar 4,8 persen menjadi Rp22.000 per liter, dengan harga tertinggi Rp23.000 per liter di Pasar Kebun Lada. Sementara itu, minyak goreng curah kuning naik 2,7 persen menjadi Rp19.000 per liter.

Meski demikian, Gelora menegaskan bahwa sebagian besar kebutuhan pokok lainnya masih terpantau relatif stabil. Harga beras premium berada pada kisaran Rp15.667 per kilogram, beras medium Rp13.833 per kilogram, dan gula pasir Rp17.667 per kilogram.

Untuk komoditas protein hewani, daging sapi murni dijual rata-rata Rp132.500 per kilogram, daging ayam broiler Rp41.000 per kilogram, dan telur ayam broiler Rp27.500 per kilogram.

Sementara itu, komoditas perikanan dan bahan pangan olahan juga menunjukkan kondisi yang stabil, di antaranya ikan asin teri Rp100.000 per kilogram, ikan dencis Rp33.333 per kilogram, susu bubuk Dancow Rp48.000 per 400 gram, susu SGM Balita Rp41.333, serta harga tempe dan tahu mentah di kisaran Rp15.000 hingga Rp17.333.

"Pengawasan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mengawal distribusi pangan dan mencegah terjadinya spekulasi harga di tingkat pedagang maupun distributor. Dengan demikian, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok secara aman dan nyaman menjelang Ramadan," pungkas Gelora. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru