Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 12 Februari 2026

Sampel Dugaan Keracunan MBG di Sidikalang Diperiksa Labkesda Sumut

Leo Bastari Bukit - Rabu, 11 Februari 2026 20:45 WIB
226 view
Sampel Dugaan Keracunan MBG di Sidikalang Diperiksa Labkesda Sumut
Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Ilustrasi menu MBG

Medan(harianSIB.com)

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut) memastikan sampel dugaan keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidikalang telah diterima dan sedang menjalani pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumut.

Sekretaris Dinkes Sumut Hamid Rijal Lubis mengatakan sampel tersebut tiba di Labkesda pada Selasa (11/2/2026), pagi. "Sampel baru tiba di Labkesda jam 10 pagi ini, 11 Februari 2026," ujar Hamid Rijal saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, sesuai standar operasional prosedur (SOP), proses pemeriksaan laboratorium membutuhkan waktu sekitar lima hari sejak sampel diterima.

"Selanjutnya sesuai SOP menurut Kepala Labkesda, pemeriksaan membutuhkan waktu lima hari setelah sampel diterima," jelasnya.

Hamid menambahkan, sampel yang diperiksa merupakan bahan atau menu makanan MBG yang disajikan pada Senin, 9 Februari 2026, yang diduga menjadi penyebab terjadinya insiden tersebut.

Dinas Kesehatan Sumut mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan. Hasil uji laboratorium tersebut akan menjadi dasar untuk langkah penanganan dan evaluasi lebih lanjut.

Sebelumnya, ratusan siswa-siswi SMK Swasta HKBP Sidikalang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG. Para siswa dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Sidikalang, RSU Serenapitta, Klinik Katolik, serta Puskesmas Huta Rakyat Sidikalang, Selasa (10/2/2026).

Sejumlah siswa dan guru menyebutkan ratusan siswa mengalami diare sepanjang malam usai menyantap menu MBG, Senin (9/2/2026). Menu yang disajikan saat itu berupa nasi, ayam gulai, pisang, dan sayur selada. Namun, makanan tersebut disebut beraroma tidak sedap, bahkan berlendir dan berbau basi.

Sebagian siswa memilih tidak mengonsumsi makanan tersebut sehingga terhindar dari dugaan keracunan. Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Labkesda Sumut. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru