Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Februari 2026

Viktor Silaen Dorong Pembentukan Satgas Literasi Digital dan Ketahanan Ideologi Tangkal White Supremacy dan Neo-Nazi

Firdaus Peranginangin - Jumat, 13 Februari 2026 15:02 WIB
131 view
Viktor Silaen Dorong Pembentukan Satgas Literasi Digital dan Ketahanan Ideologi Tangkal White Supremacy dan Neo-Nazi
(Foto: harianSIB.com/Firdaus)
Viktor Silaen SE MM

Medan(harianSIB.com)

Anggota DPRD Sumut Viktor Silaen SE MM mendorong segera dibentuknya Satuan Tugas (Satgas) Literasi Digital dan Ketahanan Ideologi di Sumut menyusul peringatan Kapolri Listyo Sigit Prabowo tentang munculnya paham radikal baru seperti White Supremacy dan Neo-Nazi yang menyasar anak di bawah umur.

Menurut Viktor Silaen kepada wartawan, Jumat (13/2/2026), di DPRD Sumut, ancaman radikalisme saat ini telah bertransformasi dan menyusup melalui ruang digital yang akrab dengan generasi muda.

"Radikalisme gaya baru ini masuk lewat media sosial, forum gim, hingga komunitas daring tertutup. Anak-anak bisa terpapar tanpa orang tua menyadarinya. Karena itu, Sumut tidak boleh menunggu. Satgas Literasi Digital dan Ketahanan Ideologi harus segera dibentuk," tegas Viktor.

Viktor yang juga Ketua PDK Kosgoro 1957 Sumut yang baru terpilih secara aklamasi ini menilai, pernyataan Kapolri dalam pembukaan retret Kokam di Satlat Brimob Bogor merupakan peringatan serius bagi seluruh daerah untuk memperkuat sistem pencegahan sejak dini.

Baca Juga:
Atas dasar itu, Viktor mengusulkan agar satgas tersebut melibatkan Dinas Pendidikan, tokoh agama, psikolog anak, akademisi, serta aparat keamanan guna melakukan edukasi dan pendampingan berkelanjutan di sekolah-sekolah maupun lingkungan keluarga.

"Sumut daerah majemuk dengan keberagaman suku, agama, dan budaya. Paham supremasi ras jelas bertentangan dengan nilai kebhinekaan dan ideologi bangsa. Kita harus jaga generasi muda dari infiltrasi ideologi kebencian," ujarnya.

Anggota Komisi D ini juga mengingatkan para orang tua agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, seperti cenderung menyendiri, tertutup, atau menunjukkan simbol dan narasi ekstrem di media sosial.

"Pendekatannya bukan dengan kemarahan, tetapi dialog. Bangun komunikasi yang terbuka di rumah agar anak merasa aman untuk bercerita," katanya seraya menegaskan, langkah preventif jauh lebih efektif dibanding penindakan hukum, sebab kalau sudah masuk tahap hukum, itu berarti sudah terlambat.

Yang dibutuhkan sekarang, ujar Viktor, sistem peringatan dini berbasis keluarga, sekolah, dan komunitas, sehingga seluruh elemen masyarakat Sumut dapat bersinergi menjaga ketahanan ideologi generasi muda agar tetap berakar pada nilai persatuan dan toleransi di tengah derasnya arus informasi global.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
KPK Terima Pengembalian Rp8 Miliar dari Suap Anggota DPRD Sumut
Anggota DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafis Minta Drainase Jalan Sukarno-Hatta Binjai Timur Diperbaiki
4 Tersangka Suap Anggota DPRD Sumut Menyusul Segera Disidang
KPK Perpanjang Penahanan 2 Tersangka Kasus Suap DPRD Sumut
Pasca Ditangkap, Bonaran Situmeang Laporkan Penyidik Polda ke Kapolri
Polda Metro Jaya Bantah Ada Aliran Dana Suap ke Kapolri
komentar
beritaTerbaru