Medan(harianSIB.com)
Medan Zoo kini tengah dipersiapkan dengan matang menjadi salah satu warisan (legacy) jangka panjang bagi warga Kota Medan. Proyek perbaikan ini tidak hanya bertujuan sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai komitmen pemerintah dalam merawat alam dan binatang.
Hal tersebut terungkap dalam rapat pembahasan Re-design Medan Zoo yang dipimpin Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas, di Balai Kota Medan, Jumat (13/2/2026).
Rapat itu dihadiri Ketua Umum Dewan Pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah, Komisaris Taman Safari Indonesia Tony Sumampau, Pimpinan Perangkat Daerah terkait, Dirut PUD Pembangunan serta para pakar.
Dalam rapat tersebut, Rico Waas menekankan bahwa perbaikan Medan Zoo bukan sekadar soal pembangunan fisik, melainkan soal dedikasi dalam merawat alam dan binatang yang ada. Maka dari itu kematangan konsep menjadi prioritas utama ketimbang sekadar mengejar waktu penyelesaian guna menciptakan keunikan yang berbeda dari kebun binatang lain.
Baca Juga:
Tidak main-main, Rico berencana akan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mempopulerkan satwa endemik Sumatera. Sebab menurutnya masih banyak jenis satwa asli pulau ini yang sebenarnya memiliki daya tarik tinggi namun belum dikenal luas oleh masyarakat.
Semangat Rico Waas dalam membangun kembali Medan Zoo mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Dewan PKBSI Rahmat Shah. Ia berpendapat butuh komitmen kuat dan kebersamaan untuk membangun Medan Zoo secara keseluruhan. Apalagi menurutnya, kehadiran kebun binatang memiliki multi efek, karena akan berpengaruh terhadap lapangan pekerjaan, peternakan dan juga pertanian.
Editor
: Robert Banjarnahor