Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 19 Februari 2026

Tekan Angka Pengangguran, Pemprov Sumut Buka Kesempatan Magang ke Jepang

Danres Saragih - Kamis, 19 Februari 2026 19:28 WIB
179 view
Tekan Angka Pengangguran, Pemprov Sumut Buka Kesempatan Magang ke Jepang
Yuliani Siregar

Peserta akan diseleksi berdasarkan kemampuan akademik seperti matematika, kemampuan fisik, serta kemampuan berbahasa Jepang. "Untuk magang kerja melalui seleksi Disnaker tidak dipungut biaya apapun, baik saat pengujiannya maupun pelatihannya nanti, karena setelah dinyatakan lolos di tingkat pusat oleh Kementerian Ketenagakerjaan, maka seluruh biaya mereka di Jepang akan ditanggung oleh perusahaan yang menerima magang," terang Yuliani.

Masyarakat juga dapat mengikuti program magang ke Jepang melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Saat ini terdapat 40 LPK terdaftar di Sumut, namun hanya 11 LPK yang memiliki kewenangan mengirim peserta magang ke Jepang. Melalui jalur itu peserta menanggung biaya sendiri Rp.42 juta yang mencakup biaya keberangkatan, pelatihan dan kemahiran bahasa Jepang.

"Selama ini masyarakat kita yang berkeinginan magang ke Jepang rata-rata dari kalangan menengah ke bawah. Kita sampaikan ke pak Gubernur bagaimana agar Pemprov Sumut melalui Bank Sumut dapat mengucurkan KUR untuk masyarakat yang akan magang ke Jepang melalui LPK," katanya.

Disnaker Sumut telah berkoordinasi dengan Bank Sumut untuk membahas formulasi pinjaman yang tepat. "Saat ini sedang dalam pembahasan mekanismenya bagaimana, penjaminnya seperti apa, jangan sampai nanti kredit macet. Kita berharap dari pinjaman ini anak-anak yang mau magang bisa berangkat ke Jepang, sehingga bisa mengurangi angka pengangguran kita di Sumut," ujar Yuliani seraya menyebutkan bahwa skema serupa telah diterapkan di Jawa Barat, Bali dan Jawa Timur.

Program magang dinilai efektif menekan angka pengangguran di Sumatera Utara. Saat ini jumlah pengangguran tercatat sebanyak 448 ribu orang, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 458 ribu orang. Peserta magang ke Jepang selama tiga hingga lima tahun diharapkan dapat kembali ke Indonesia dengan keterampilan yang meningkatkan kemandirian ekonomi.

"Kita berharap apa yang mereka peroleh di Jepang dapat dikembangkan di Sumut seperti sistem pertanian, sehingga Sumut juga bisa bangkit. Ada alumni yang sudah magang ke Jepang, kembali ke Sumut dan bekerja sama dengan kelompok tani di Tapanuli Utara, mereka sukses mengembangkan pertanian cabai," katanya.

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ramadan 1447 H, Polresta Deliserdang Gelar Patroli Subuh Cegah C3
23 Februari, SMA/SMK/SLB Sumut Kembali Masuk Sekolah
Cegah Gangguan Kamtibmas di Bulan Ramadan, Polsek Siantar Marihat Intensifkan Patroli Asmara Subuh
Tim Basket SMA Methodist-2 Medan Juara 1 Kejuaraan Antar Pelajar
BBPOM Medan Gelar Forum Konsultasi Publik, Evaluasi Standar Layanan
Pendaftaran SNBP 2026 Ditutup, Disdik Sumut Ingatkan Tahapan SNBT
komentar
beritaTerbaru