Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 21 Februari 2026

Capping Day, Tenaga Keperawatan dan Kebidanan Murni Teguh Siap Penuhi Permintaan Jepang, Jerman dan Australia

Oki Lenore - Sabtu, 21 Februari 2026 11:29 WIB
138 view
Capping Day, Tenaga Keperawatan dan Kebidanan Murni Teguh Siap Penuhi Permintaan Jepang, Jerman dan Australia
Foto : SIB /Oki Lenore
Capping Day: Para tokoh tenaga keperawatan dan kebidanan yang mengikuti Capping Day Murni Teguh di Jalan Kapten Batu Sihombing, Desa Medan Estate, Deliserdang, Senin (16/2).

Deliserdang(harianSIB.com)

Negara-negara maju masih terus meminta tenaga perawat dan bidan dari Indonesia. Untuk itu, selain memenuhi permintaan seperti dari Jepang, Jerman dan Australia, tenaga keperawatan yang hendak dikirim memnuhi permintaan pasar luar negeri harus terus berbenah dengan penekanan unsur kualitas. Atas dasar itu tenaga keperawatan dan kebidanan Murni Teguh siap mengisi pasar internasional.

Demikian diungkapkan Rektor Universitas Murni Teguh Seriga Banjarnahor PhD saat memasangkan cap dan ucap janji (capping say) untuk 124 peserta menandai awal mengikuti pendidikan Ilmu Keperawatan dan Kebidanan di lingkungan Murni Teguh Jalan Kapten Batu Sihombing, Desa Medan Estate, Deliserdang, Senin (16/2).

Menunjuk pada alumni Murni Teguh untuk pasar luar negeri, pimpinan pendidikan Seriga Banjarnahor mengatakan, sejak tamatan pertama, langsung terekrut ke dunia kerja.

"Khusus pasar luar negeri seperi Jepang, Australia dan Jerman, tetap dipenuhi tapi harus dibekali dengan kualitas ilmu dan pendabdian. Hal terseut juga untuk menjamin kualitas Murni Teguh," tegasnya.

Seriga Banjarnahor bangga atas terselenggaranya Capping Day bagi mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan. Capping Day ini sendiri dilaksanakan setelah mahasiswa melalui pendidikan selama satu semester. "Capping Day sendiri berarti seorang mahasiswa telah mengenal profesi ini, dan memilih untuk menjalaninya secara profesional," terangnya.

Dia menegaskan, fokus perhatian Murni Teguh pada kualitas. Baik dari dosen, sarana prasarana, dan kurikulum berbasis OBE yang memang sudah harus diterapkan. "Kita, Murni Teguh juga sudah cukup profesional, karena memiliki rumah sakit sendiri, dan tercatat ada 12 di seluruh Indonesia. Dan sejumlah rumah sakit itu, mahasiswa kita bisa menimba ilmu dengan maksimal," tegasnya.

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru