Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 28 Februari 2026

H Salman Alfarisi: Narkoba Tidak Bisa Lagi Ditangani Langkah Biasa, Saatnya Perang Total Tanpa Kompromi

Firdaus Peranginangin - Jumat, 27 Februari 2026 21:05 WIB
106 view
H Salman Alfarisi: Narkoba Tidak Bisa Lagi Ditangani Langkah Biasa, Saatnya Perang Total Tanpa Kompromi
Foto harian SIB.com/Firdaus
H Salman Alfarisi Lc MA

Medan(harianSIB.com)

Wakil Ketua DPRD Sumut H Salman Alfarisi Lc MA menegaskan, persoalan narkoba di daerah ini tidak bisa lagi ditangani dengan langkah biasa. Predikat sebagai provinsi dengan jumlah pengguna narkoba tertinggi di Indonesia dinilai sangat memalukan dan menjadi tamparan keras bagi seluruh elemen masyarakat.

"Dengan sekitar 1,5 juta jiwa disebut telah terjerat penyalahgunaan narkotika berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut, dinilai sudah berada pada level darurat yang sangat membahayakan," ujar Salman Alfarisi kepada wartawan, Jumat (27/2/2026) di DPRD Sumut.

Melihat kondisi ini, ujar Salman, tak bisa lagi ditangani dengan langkah biasa. Seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum hingga masyarakat, harus bergerak serentak melakukan perang total terhadap narkoba, dimulai dari pembersihan internal aparatur hingga pemetaan zona merah peredaran barang haram tersebut.

"Sebagai orang Sumut tentunya kita malu dengan kondisi ini, sebab predikat pengguna narkoba tertinggi secara nasional ini sudah lama disematkan untuk Sumatera Utara," ucap Salman Alfarisi.

Baca Juga:
Dikatakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, sudah saatnya pemerintah bersama seluruh perangkat penegak hukum untuk bekerja keras dan menjadikan pemberantasan narkoba sebagai program prioritas.

"Sumut ini sudah darurat narkoba. Kalau namanya sudah darurat, tentu penanganannya harus ekstra. Intinya kalau kita ingin situasi ini berubah, maka pemberantasan narkoba di Sumut harus lebih serius dan masif," ujarnya.

Salman mengatakan, berbagai upaya serius dalam pemberantasan narkoba harus dilakukan mulai saat ini. Mengingat, pengaruh buruk narkoba sudah sangat berdampak dan begitu meresahkan seluruh elemen masyarakat.

"Narkoba ini merusak sendi-sendi kehidupan seperti perekonomian, sosial budaya, terlebih-lebih merusak keamanan masyarakat. Narkoba membuat angka kriminalitas menjadi sangat tinggi sehingga memperlambat pembangunan," katanya.

Dijelaskan Salman, sebagai langkah awal yang sangat penting, pemberantasan narkoba sebaiknya harus dimulai dari seluruh aparatur pemerintahan, tanpa terkecuali.

Jika aparatur pemerintahannya bersih dari narkoba, pasti Sumatera Utara juga bisa terbebas dari belenggu darurat narkoba.

Salman juga menekankan pentingnya melakukan zonasi terhadap kawasan rawan peredaran dan penggunaan narkoba di Sumut, dengan memetakan secara lebih detail, kawasan zona merah. langkah-langkah strategis harus dilakukan penanganan secara serius.(*).

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polsek Patumbak Gerebek Kampung Narkoba, Seorang Tersangka Diamankan
Edarkan Narkoba di Lokasi Hiburan Malam, 3 Tersangka Terancam Penjara 20 Tahun
Kapolres Sergai Ingatkan Kapolsek Baru Berantas Narkoba di Dolokmasihul
Diduga Edarkan Narkoba, Manager dan Karyawan Hiburan Malam Diciduk
Berhasil Tangkap Bandar Narkoba di Perbaungan, Kasat Narkoba Dapat Reward dari Kapolres Sergai
Dua ASN dan Satu Honorer di Dinkes Taput Ditangkap Polisi saat Pesta Narkoba
komentar
beritaTerbaru