Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 01 Maret 2026

Ojol Dominasi Pembelian, Takjil di Setiabudi Ramai Lancar Tanpa Penumpukan

Nelly Hutabarat - Sabtu, 28 Februari 2026 21:27 WIB
132 view
Ojol Dominasi Pembelian, Takjil di Setiabudi Ramai Lancar Tanpa Penumpukan
Foto harianSIB.com/Nelly Hutabarat
Salah seorang pekerja saat mengisi bubur panas pedas mangkok plastik di bisnis takjil di kawasan Setia Budi, Sabtu (28/2/2026).

Medan(harianSIB.com)

Memasuki hari ke-10 Ramadan, Sabtu (28/2/2026), aktivitas penjualan takjil di sejumlah titik Kota Medan tampak bervariasi. Di kawasan Setia Budi, tepatnya di simpang Jalan Dr Mansur–Setiabudi, arus pembeli terlihat ramai namun tetap lancar tanpa penumpukan.

Menariknya, tren pembelian kini didominasi layanan ojek online (ojol). Warga dinilai lebih praktis memesan menu berbuka puasa tanpa harus datang langsung ke lokasi.

"Lebih praktis melalui ojol. Kami banyak melayani pembelian lewat ojol. Memang banyak juga yang datang karena merasa puas kalau langsung memilih apa yang diinginkan," ujar Rosmalina (52), pemilik warung Bubur Pedas di kawasan tersebut, Sabtu sore.

Pantauan di lokasi, aneka takjil tertata di etalase dan menggugah selera. Mulai dari kolak, bubur kacang hijau, kolak ubi rambat, kulang kaleng, pisang, kue timpan, kue klepon, rujak Aceh, lepat inti, kue lapis, lemet pisang, aneka gorengan, mie goreng hingga anyang tersedia lengkap.

Baca Juga:
"Saya juga tak tahu lagi berapa total jenis menu yang kami sajikan," ujarnya sambil melayani pembeli yang silih berganti datang.

Rosmalina yang juga anggota dewan di Aceh Tamiang itu turun langsung menerima pembayaran. Ia melibatkan sekitar 20 pekerja yang merupakan korban bencana di Aceh Tamiang untuk membantu proses produksi dan penjualan selama Ramadan.

Menu disiapkan sejak pagi di kediamannya di Perumahan Tasbi, kemudian dibawa dan dijual di pinggir Jalan Setiabudi guna memudahkan warga yang melintas.

Meski ramai, pembeli tidak terlihat berkerumun. Mereka memilih menu, membayar, lalu segera meninggalkan lokasi.

Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, mulai Rp2.000 per buah untuk aneka kue, serabi Rp5.000 per bungkus, kolak dan bubur Rp15.000 per porsi, serta mie dan anyang Rp15.000 per porsi.

Rosmalina mengaku sudah 18 tahun berjualan khusus setiap Ramadan. "Usai puasa kami tidak berjualan lagi, ini khusus Ramadan saja," ujarnya ramah.

Ia juga menyebutkan, pada akhir pekan seperti Sabtu, dirinya menyempatkan datang ke Medan dari Aceh Tamiang untuk memantau usaha sekaligus keluarga.

Rute Medan–Aceh Tamiang yang berjarak sekitar dua jam perjalanan kerap ia tempuh. Ia juga mengisahkan, saat bencana melanda beberapa waktu lalu, rumah bertingkat miliknya sempat terendam banjir hingga sekitar delapan meter, membuat aktivitas keluarga lumpuh sementara waktu.

Namun setelah air surut, ia bersama keluarga perlahan bangkit, kembali menempati rumah tersebut dan melanjutkan usaha serta kehidupan sehari-hari dengan semangat baru. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PKB Sumut Bagikan 200 Paket Takjil untuk Ojol di Medan
Brimob Kompi 2 Yon B Pematangsiantar Berbagi Takjil untuk Warga dan Ojol
Prajurit TNI Bantu Cari Pelaku Begal yang Nyaris Memangsa Driver Ojol
Sambut Ramadhan 1447 H, DPD Grib Jaya Sumut Salurkan 400 Paket Sembako
Sambut HUT Partai Gerindra, Ketua Kojira Sumut Rudi Zulham Hasibuan Distribusi Bantuan untuk Ojol
Bebas Mata SePeLe: Kisah Nyata Gen Z hingga Ojol Terbebas dari Mata Kering
komentar
beritaTerbaru