Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 01 Maret 2026

Viral di Medsos, DPR RI Turun Tangan Bantu WNI Asal Binjai Ditahan di Kamboja

Muhammad Irsan - Minggu, 01 Maret 2026 19:12 WIB
200 view
Viral di Medsos, DPR RI Turun Tangan Bantu WNI Asal Binjai Ditahan di Kamboja
Foto: harianSIB.com/M Irsan
Ahmad Doli Kurnia Tandjung (kiri) mengunjungi rumah orangtua Ardiansyah (26), di Jalan Tengku Umar, Binjai Utara, Minggu (1/3/2026).

Binjai(harianSIB.com)

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan Sumatera Utara III, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mengunjungi rumah orangtua Ardiansyah (26), warga Jalan Tengku Umar, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, Minggu (1/3/2026) sore.

Kunjungan anggota Komisi II DPR RI itu dilakukan menyusul viralnya video pernyataan Ardiansyah di media sosial serta permohonan sang ibu agar anaknya dipulangkan setelah 47 hari ditahan di Phnom Penh, Kamboja.

Dalam kunjungan tersebut, Doli didampingi Anggota DPRD Sumut H M Yusuf (Ucok Aang), Ketua DPRD Binjai Gusuartini br Surbakti, serta H Zainuddin Purba (Pak Uda). Pertemuan berlangsung sekitar 60 menit dan membahas langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk memulangkan Ardiansyah.

Doli menyampaikan, dirinya telah berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh guna mengupayakan proses kepulangan. Namun, ia juga mengungkapkan fakta bahwa sekitar 5.000 warga negara Indonesia (WNI) saat ini masih tertahan di Kamboja dalam berbagai kasus.

Baca Juga:
"Kami sudah berkoordinasi dengan KBRI. Mohon keluarga bersabar karena prosesnya tidak mudah. Kami akan terus mengawal agar hak-hak warga negara tetap terlindungi," ujar Doli.

Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya para orangtua, agar lebih waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang menjanjikan gaji besar tanpa prosedur jelas.

"Pastikan keberangkatan melalui jalur resmi dan prosedural. Cari informasi dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar jelas legalitasnya," tegasnya.

Kehadiran wakil rakyat tersebut memberi sedikit kelegaan bagi Bardiah, ibu Ardiansyah. Dengan suara bergetar, ia berharap anaknya dapat segera kembali dalam keadaan sehat.

"Saya berterima kasih kepada Bapak Doli yang sudah mau mendengarkan keluhan kami. Semoga anak saya sehat dan bisa segera pulang," ucapnya.

Sementara itu, Ardiansyah ditahan sejak Januari 2026 setelah aparat keamanan Kamboja menggelar operasi pemberantasan penipuan daring di Phnom Penh. Dalam operasi tersebut, 26 WNI turut diamankan, termasuk Ardiansyah.

Saat ini, ia dikabarkan menghuni satu sel bersama lima WNI lainnya. Hingga kini, keluarga belum memperoleh penjelasan rinci mengenai proses hukum yang akan dijalani.

Kabar penangkapan pertama kali diterima keluarga melalui telepon dari seorang pria bernama Roki yang mengaku bekerja di KBRI Phnom Penh. Ia menyampaikan bahwa Ardiansyah diamankan dalam operasi kepolisian setempat.

Menurut keluarga, Ardiansyah berangkat ke luar negeri demi mencari pekerjaan dan membantu perekonomian keluarga. Namun, ia diduga terjebak dalam jaringan penipuan daring yang kerap dikaitkan dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kasus ini kembali menjadi peringatan keras tentang maraknya perekrutan tenaga kerja ilegal dengan iming-iming gaji tinggi. Alih-alih memperbaiki nasib, banyak WNI justru berakhir dalam pusaran eksploitasi dan berhadapan dengan hukum di negeri orang. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Anggota DPR RI Martin Hutabarat Komit Perjuangkan Pemekaran Kabupaten Simalungun
Pengurus Garbi Binjai Ngopi Bareng dengan Wakil Ketua DPR RI
Anthon Sihombing: Membangun Pemahaman Publik Terhadap Kinerja DPR RI
Anggota DPR RI dan Pemko Harus Kerjasama Jolok Anggaran dari Pusat
Pengurus Partai Golkar Padangsidimpuan Dilantik
Trimedya Panjaitan: Presiden Jokowi Mendapat Nilai 8 Soal Penegakan Hukum, Ketua DPR RI Saja Bisa Ditahan
komentar
beritaTerbaru