Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026
Reses Anggota DPRD Medan Boydo HK Panjaitan

Jalan Pelopor di Inti Kota Medan Gelap, Rawan Perampokan

- Jumat, 15 Mei 2015 10:39 WIB
504 view
Jalan Pelopor di Inti Kota Medan Gelap, Rawan Perampokan
Medan (SIB)- Anggota DPRD Kota Medan Boydo HK Panjaitan SH melaksanakan reses pribadi pertama tahun 2015, Rabu (13/5) di Jalan Pelajar, Kelurahan Teladan Timur, Medan Kota. Reses tersebut dihadiri Sekcam Medan Kota Ahmad (Ucok), Lurah Pelajar Teladan Timur Frans Siahaan dan kader PDI Perjuangan Samuel Panjaitan. Pada reses tersebut, Boydo dikejutkan pernyataan salah seorang warga bernama Rosni Marbun, warga Jalan Pelopor Lorong Toba yang mengatakan, di wilayah tersebut tidak ada lampu penerangan jalan umum (LPJU).

“Di kawasan kami tinggal, kalau malam hari gelap gulita, tidak ada lampu jalan sehingga persis seperti hutan belantara. Aneh di tengah Kota Medan bisa gelap. Di kampung kami saja di Tapanuli tidak seperti ini gelapnya, kok di Medan kota besar gelap gulita pak dewan? Akibatnya tempat itu rawan perampokan, sering orang kena rampok di sana,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan petugas pengangkut sampah datang hanya 2 kali sebulan sehingga sampah menumpuk dan menimbulkan bau menyengat. Warga khawatir akan menjadi wabah penyakit kalau terus dibiarkan. Keluhan lain, banyak orang susah yang tidak mendapat Raskin dan BLSM seperti yang dituturkan Enis Kristina dan Flora.

Lurah Frans Siahaan membenarkan ungkapan warganya tersebut. Tidak hanya di Jalan Pelopor, tapi juga di Jalan Bahagia sama gelapnya.

Hal senada diungkapkan Sekcam Ahmad. Dia mengaku sudah berulang kali mengirim SMS ke Kadis Pertamanan tapi tidak ada tindak lanjutnya. Mengenai sampah, Lurah sudah memohonkan kepada Sekda melalui camat agar petugas sampah ditambah, karena yang ada hanya 2 orang di kelurahan tersebut.
Permintaan penambahan tidak dipenuhi, justru sempat berkurang menjadi satu ketika yang satu orang lagi naik jabatan menjadi mandor pengangkut sampah. Setelah beberapa lama barulah diganti, bukan menambah, petugas sampah tetap 2 orang. Semakin bingungnya terpaksa Lurah mengeluarkan koceknya Rp 1.300.000 per bulan untuk membiayai petugas pengangkut sampah yang dikordinir oleh Kepling.

Mendengar keluhan tersebut politisi PDI Perjuangan ini sangat kesal melihat kinerja aparatur Pemko Medan tidak beres. Tidak hanya Kadis Pertamanan disebutnya tidak beres, kinerja Kapolresta pun tidak beres, karena Kota Medan sudah tidak aman lagi, banyak perampokan, Kapolresta hanya mengurusi Narkoba, padahal kejahatan itu tidak hanya pada Narkoba.

“Jangan hanya pencitraan mampu mengungkap kasus Narkoba, tapi harus seimbang, lihat itu kejahatan dengan kekerasan di jalanan merajalela. Kami mendukung pengedar Narkoba dihukum mati, tapi tolong dilihat juga warga sudah merasa tidak aman untuk keluar rumah karena banyaknya kejahatan,” tegasnya.

Untuk menyikapi Raskin, BLSM dan BPJS, Boydo berjanji akan membicarakannya di Fraksi dan Komisi terkait. Dia akan berkordinasi dengan rekan-rekannya di Dewan untuk memanggil pihak BPS yang melakukan pendataan rakyat miskin, karena tupoksi penetapan warga miskin ada pada Pemerintah Pusat. “Untuk itu kami akan mengundang pihak BPS ke DPRD guna mendengarkan penjelasan mereka bagaimana cara mereka melakukan pendataan. Kalau ada yang janggal maka kami membicarakannya terhadap kader PDIP di DPR RI agar dilakukan pendataan yang akuntabel dan transparan,” papar Anggota Komisi C ini. (A14/q)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru