Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Diduga Korban Malpraktik, Perut Mel Tarigan Menghitam Setelah Disuntik di RSU Permata Bunda

* Humas RSU Permata Bunda: Perut Hitam Ekses Suntikan
- Jumat, 29 Mei 2015 11:31 WIB
1.389 view
Diduga Korban Malpraktik, Perut Mel Tarigan Menghitam Setelah Disuntik di RSU Permata Bunda
SIB/Dok
MENGHITAM: Perut Mel Tarigan yang menghitam pasca disuntik perawat di RSU Permata Bunda.
Medan (SIB)- Seorang kakek, Mel Tarigan (81) warga Dusun II Bangun Rejo Desa Tanjungmorawa A Kecamatan Tanjungmorawa Kabupaten Deliserdang diduga menjadi korban malpraktek dokter di RSU Permata Bunda Jalan Sisingamangaraja Medan.

“Setelah dirawat beberapa lama di RSU Permata Bunda Medan, perut kakek ini menghitam akibat disuntik cairan yang tidak diketahui jenisnya oleh perawat,” ujar keluarga Mel Tarigan, T Ginting kepada SIB beberapa waktu lalu.

Disebutkannya, korban masuk ke rumah sakit itu pada 27 Maret karena penyakit jantung, selanjutnya dirawat di ruang ICU. Pada 30 Maret, salah seorang perawat di ruang ICU datang membawa alat suntik, namun saat menyuntikkan obat, perawat tersebut asyik bercanda dengan sesama perawat di ruang ICU, bercerita tentang rencana liburan.

Saat obat disuntikkan ke bagian perut, Mel menjerit kesakitan. Usai disuntik, bagian perutnya melepuh serta menghitam seperti luka bakar. Korban juga merasakan sakit luar biasa dan mual akibat suntikan tersebut. Keluarga korban yang datang dan melihat kondisinya, tidak terima dengan perlakuan perawat RS yang mengakibatkan perut korban menghitam. Bahkan kini korban kehilangan selera makan akibat suntikan tersebut.

Saat keluarga korban mengajukan protes, pihak rumah sakit meminta agar keluarga mau berdiskusi. Pihak rumah sakit menawarkan agar korban dirawat terus sampai sembuh dan tidak dipungut bayaran dokter dan uang kamar. Merasa ada niat baik pihak RSU Permata Bunda, keluarga korban menerima kesepakatan tersebut. Mel Tarigan akhirnya dipindahkan ke ruang rawat inap Berlian 104 Lantai I.

Namun, 17 April, Mel Tarigan yang masih sakit-sakitan dinyatakan sembuh dan disuruh pulang. Padahal kondisi korban saat itu masih sangat memperihatinkan, tidak selera makan dan kondisinya sangat lemah.

Meski sempat adu argumen dengan pihak rumah sakit, keluarga akhirnya membawa korban pulang. Keluarga berfikir, kalaupun dipertahankan di rumah sakit, namun tidak mendapatkan obat dan perawatan, lebih baik dibawa pulang. Saat ini kondisi korban semakin lemah dan hanya terbaring di rumah.

Keluarga korban mengatakan, hal yang sangat aneh, pihak rumah sakit terus mengklaim bahwa korban sudah sembuh, bisa duduk dan mau makan sehingga disarankan pulang dan berobat jalan. Padahal saat dibawa pulang, justru kondisi korban sangat lemah dan tidak mampu duduk. Keluarga korban kini bingung mau mengadu kemana prihal penanganan RSU Permata Bunda terhadap mereka yang dianggap semena-mena.

Keluarga juga meminta kronologis dan rekam medis dan obat yang diberikan, namun pihak rumah sakit tidak mau memberikannya dan mengatakan sudah sesuai prosedur yang berlaku.

BANTAH MAL PRAKTEK

Pihak RSU Permata Bunda saat dikonfirmasi SIB melalui Humasnya, Helmi membenarkan adanya pasien yang dirawat pihaknya bernama Mel Tarigan. Namun Helmi membantah adanya mal praktek dalam penanganan pasien.

Disebutkannya, dokter yang merawat Mel Tarigan adalah Prof Abdul Majid dan dr Fajri Nur. Mel merupakan pasien rujukan dari rumah sakit lain. Saat masuk ke RSU Permata Bunda, Mel dalam kondisi sangat lemah dan langsung masuk ke ruang ICU.

Terkait suntikan yang diberikan perawat kepada Mel, Helmi membenarkannya. Namun, sebutnya, obat yang disuntikkan ke pasien sudah tepat dan sesuai anjuran dokter yang menanganinya. Ekses obat yang disuntikkan kepada pasien memang seperti itu. Hal itu pengaruh umur pasien yang sudah mencapai 80-an, begitu juga dengan selera makannya yang menurun, merupakan faktor umur,” kata Helmy berdalih.

Terkait tawaran ke pasien untuk perawatan gratis saat itu, Helmi membenarkan dengan alasan kemanusiaan, namun hanya setelah kejadian perut pasien menghitam pasca disuntik. “Kalau Mal Praktek, pasien datang sehat, pulang bertambah parah,” ujarnya seraya mengklaim kondisi pasien saat pulang sudah lebih baik daripada saat masuk ke RSU Permata Bunda. (A23/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru