Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026
Anggota DPR RI dr Sofyan Tan :

Negara Harus Fokus Perhatikan Masalah Pemerataan Guru

- Sabtu, 30 Mei 2015 11:12 WIB
223 view
Negara Harus Fokus Perhatikan Masalah Pemerataan Guru
Medan (SIB)- Aggota Komisi X DPR RI Asal Sumut, dr. Sofyan Tan mengatakan pemerataan guru di Indonesia saat ini masih memiliki banyak kendala, oleh karena itu pemerintah harus serius mengatasinya. Kepada SIB, Kamis (7/5) di Medan anggota dewan yang juga mengurusi bidang pendidikan ini mengatakan perlu adanya strategi khusus mengatasinya.

"Saat ini Indonesia sebenarnya tidak kekurangan tenaga pengajar, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya,  hanya saja guru-guru saat ini kebanyakan terakumulasi di perkotaan,” katanya.

Sofyan juga tidak menampik bahwa situasi dan kenyataan sistim pendidikan maupun rekruitment dan penempatan tenaga pengajar  di Indonesia masih banyak kelemahan.

"Kendalanya ada pada oknum yang bermain ketika seorang guru yang sudah ditempatkan di daerah terpencil, dalam waktu beberapa tahun bisa diurus perpindahannya. Untuk itu perlu adanya pengawasan serius dan ketat dari pemerintah. Oleh karena itu pemerintah harus tegas dan serius dalam melakukan pengawasan dan memberi sanksi yang tegas pula bagi oknum yang terbukti melakukan permainan," ujar Sofyan.

Ditambahkannya perlu adanya sistem perekrutan tenaga pengajar yang terkordinir, berkompeten, dan mampu memahami kultur masyarakat di sekitarnya, disertai dengan adanya jaminan kesejahteraan yang layak.

"Kalau selama ini peluang sertifikasi hanya diberikan kepada guru dengan kriteria mengajar dalam kurun waktu tertentu, sertifikasi lebih layak diberikan kepada para pengajar yang telah mengabdi di daerah terpencil. Selain itu pemerintah harus memberikan peluang bagi masyarakat Indonesia, khususnya kaum muda jebolan universitas yang spesifikasinya di bidang pendidikan, memiliki loyalitas tinggi dan keinginan untuk mengabdikan diri menjadi tenaga pengajar di daerah pedalaman. Akan lebih baik lagi bagi warga lokal yang memahami kultur daerah tersebut, seperti yang telah dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, di Papua contohnya," terang Sofyan mengakhiri. (Dik-FS/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru