Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026
Advokat Peduli Lingkungan Hidup

Peradi Tanam 1000 Pohon di Sempadan Tol Belmera

- Rabu, 03 Juni 2015 10:32 WIB
400 view
Peradi Tanam 1000 Pohon di Sempadan Tol Belmera
Medan (SIB)- Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup, Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Cab Medan telah menanam 1000 pohon di sempadan jalan Tol Belmera, Jumat (29/5) lalu. Penanaman tersebut juga sebagai bentuk dukungan Peradi terhadap program nasional Indonesia One Billion Tree Programme.

Ini disampaikan Wakil Ketua Peradi Medan, Joni Asmono didampingi jajaran pengurus dan anggota, di antaranya Marjoko SH, kepada wartawan, Selasa (2/6). Kegiatan penghijauan ini merupakan agenda rutin tahunan Peradi dan sudah dilakukan sejak 2013 yang lalu.

Menurutnya, peran ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan mengurangi dampak emisi karbon yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor di jalan Tol Belmera. "Menanam mahoni rutin kita lakukan tiap tahun, untuk perbaikan lingkungan hidup di Sumatera Utara," ungkapnya.

Dia menjelaskan, sebagai organisasi tempat bernaungnya para advokat, tidak hanya konsern terhadap praktik-praktik advokasi, isu-isu penegakan hukum dan upaya membangkitkan kesadaran hukum masyarakat tetapi juga terhadap hal-hal yang berhubungan dengan permasalahan sosial ekonomi dan lingkungan hidup.

"Karena itu kita melakukan penanaman 1000 pohon mahoni di sempadan jalan Tol Belmera tersebut, selain untuk kelestarian lingkungan hidup, juga untuk mengurangi dampak pemanasan global. Harapannya bahwa satu tunas untuk masa depan bumi yang lebih baik, yang menjadi tema kita, bisa berlanjut dan kita juga mengajak masyarakat dan kalangan profesi lainnya," katanya.

Kegiatan penghijauan ini tidak hanya dilakukan di sempadan jalan Tol Belmera saja. Menurutnya, Peradi Medan akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah penerima dan calon penerima penghargaan Adiwiyata di Medan.

Penghargaan Adiwiyata, kata dia, adalah penghargaan yang diberikan kepada sekolah-sekolah yang dinilai berhasil mendidik siswa menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup. Penilaian Adiwiyata didasarkan pada 4 kriteria, yakni, pengembangan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan berbasis partisipatif, dan pengelolaan dan pengembangan sarana pendukung sekolah. (BR1/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru