Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026
Dr Mian Dameria Pasaribu SpPK CCH:

Tubuh Penuh Beban Emosional akan Sulit Mencapai Tujuan Hidup

- Rabu, 03 Juni 2015 10:34 WIB
681 view
Tubuh Penuh Beban Emosional akan Sulit Mencapai Tujuan Hidup
Medan (SIB)- Tubuh yang penuh dengan beban emosional akan sulit digunakan untuk mencapai dan mewujudkan tujuan-tujuan hidup. Demikian diungkapkan Spesialis Patologi Klinis Dr Mian Dameria Pasaribu SpPK CCH  ketika menjadi narasumber Seminar Peran Hiphoterapy Dalam Perspektif Psikologi yang digelar Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia (Unpri), Sabtu(30/5) di Ruang Serbaguna Lantai 5 Rumah Sakit Royal Prima Jalan Ayahanda Medan.
Seminar tersebut dihadiri Dekan Fakultas Psikologi Unpri  Rianda Elvinawanty, S Psi, MSi, Pembantu Dekan (PD)  I  Sri Hartini S Psi MSi,  PD II Nurmaizar Nilawati SPsi, Ketua Panitia Liana Mailani SPsi MA serta para mahasiswa Fakultas Psikologi Unpri.

Dr Mian menagatakan, penting bagi semua manusia yang menginginkan untuk memiliki hidup yang bahagia, melakukan usaha-usaha untuk mengurangi, bahkan menghilangkan tekanan emosional dari tubuh mereka. Sehingga tubuh benar-benar dirasakan nyaman untuk sekadar menjalani aktifitas sehari-hari ataupun untuk mewujudkan impian-impian besar.

Disebutkan Dr Mian,  teknologi pikiran menemukan fakta bahwa emosi ada di dalam pikiran. Dalam pikiran tidak ada masa lalu dan masa depan. Yang ada hanya masa sekarang.

"Saat mengingat atau memikirkan tentang kejadian masa lalu atau masa depan, kita pasti akan merasakan emosi tertentu. Emosi yang muncul dirasakan saat ini, masa sekarang, bukan masa lalu atau masa depan,"katanya di hadapan mahasiswa-mahasiswa Fakultas Psikologi Unpri, yang antusias mendengar paparan tersebut.

Di samping menyampaikan materi, dia juga menyampaikan tentang peran Hiphoterapy sembari mempraktekannya dengan salah seorarng mahasiswi. Uniknya lagi, paparan yang disampaikan sesuai dengan kenyataan dan dapat dirasakan serta dilihat langsung hasilnya oleh mahasiswa Unpri..

Kepada peserta seminar, Dr Mian mengatakan, agar kita mampu dan bisa menjadi pengontrol pikiran yang baik, maka wajiblah mengetahui beberapa hukum pikiran yang mutlak berlaku pada setiap individu, di antaranya pikiran hanya bisa memikirkan satu hal dalam satu saat. Artinya, pikiran, dalam hal ini pikiran sadar, hanya bisa memikirkan satu hal dalam satu saat karena bersifat linier. Sedangkan pikiran bawah sadar dapat memikirkan beberapa hal sekaligus. 

Masalah muncul saat pikiran kita dipenuhi dengan bentuk-bentuk pikiran negatif yang mengakibatkan perasaan kita tidak nyaman dan akhirnya memengaruhi kondisi kita.

Selain Dr Mian, hadir juga sebagai narasumber Psikolog Atin Nuryatin MPsi CHt.Menurutnya, peran Hyphoterapi dalam perspektif psikologi sangat penting.
Menurut Atin, hypnoterapi adalah suatu metode dimana pasien dibimbing untuk melakukan relaksasi, dimana setelah kondisi relaksasi dalam ini tercapai, maka secara alamiah gerbang pikiran bawah sadar sesesorang akan terbuka lebar, sehingga yang bersangkutan cenderung lebih mudah untuk menerima sugesti penyembuhan yang diberikan.

Diungkapkan Atin, kasus yang dapat ditangani dengan hipnoterapi seperti  pasien dengan kasus kecemasan dan fobia adalah yang paling sering mendapatkan hipnoterapi. "Bagi pasien yang mengalami gangguan kecemasan sehingga cemas pula untuk menelan obat, hipnoterapi adalah tindakan yang utama,"katanya. (R6/y)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru