Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026
Awalnya Ditawari Jadi PRT

Wanita Asal Indramayu Telantar di Medan

- Jumat, 14 Agustus 2015 10:36 WIB
722 view
 Wanita Asal Indramayu Telantar di  Medan
SIB/Roy Damanik SKom/ r
DI POLSEK: Sahara warga asal Indramayu, Provinsi Jawa Barat (kanan) didampingi Molek saat berada di Polsek Percut Sei Tuan, Kamis (13/8).
Medan (SIB)- Seorang wanita, Sahara (40) warga asal Indramayu, Provinsi Jawa Barat, ditemukan warga dengan kondisi telantar di seputaran Mesjid Istiqomah Jalan Pahlawan, Medan Timur, Kamis (13/8) pagi. Warga yang merasa iba langsung membawa wanita tersebut melapor di Polsek Percut Seituan.
Dikisahkan Sahara yang memiliki dua anak itu kepada SIB di kantor polisi,  sekira 2 bulan lalu datang seorang wanita dan seorang pria menghampirinya saat bertani di Indramayu. Mereka menawarkannya bekerja sebagai pembantu di Kota Medan.

Sahara  pun menyetujuinya dan langsung bergegas pulang ke rumahnya. Kemudian ia pamit kepada kedua anaknya yang masih kecil-kecil serta orangtuanya. Bermodalkan tas warna hitam berisi pakaian 2 pasang, Sahara mengikuti orang yang mengajaknya itu menuju terminal. Selanjutnya mereka bertiga menumpang bus antar provinsi selama 2 hari 3 malam. "Setibanya di  Medan, saya dibawa ke satu rumah guna dipekerjakan sebagai pembantu. Lantaran saya tak memiliki KTP, pemilik rumah enggan menerima saya bekerja. Tiba-tiba, orang yang membawa saya langsung pergi begitu saja. Sejak itu saya telantar tanpa sanak keluarga serta uang sepeserpun. Setiap hari saya numpang tidur di mesjid-mesjid. Makan saya diberi oleh warga yang kasihan dengan saya. Sedangkan anak-anak saya dijaga orangtua. Saya ingin pulang ke kampung halaman dan kangen dengan anak-anakku. Suami saya sudah lama meninggal," kata Sahara.

Sementara itu, seorang wanita, Molek (60) warga Jalan Pahlawan, Medan Timur yang mengantar Sahara ke kantor polisi mengaku kasihan dengannya. "Setiap hari saya melihat wanita itu mondar-mandir di seputaran Jalan Pahlawan. Banyak yang bilang jika wanita itu kurang waras. Untuk memastikannya, Kamis pagi saya melihat Sahara sedang termenung di depan Masjid Istiqomah. Saya bertanya kepadanya dan ia menjawabnya normal dan tak sesuai dengan apa yang dikatakan warga. Kemudian saya mengajaknya ke rumah, lalu memberinya makan. Selanjutnya saya membawanya ke Polsek Percut Seituan, guna mencari solusi," jelasnya.

Kapolsek Percut Seituan Kompol Rudi Silaen SH SIK ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosisal Kota Medan.(A20/ r)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru