Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Sumut Project Maritim, Peserta Sespimti Polri Reg-24 Diskusi dengan Wartawan Poldasu

- Sabtu, 15 Agustus 2015 10:06 WIB
636 view
 Sumut Project Maritim, Peserta Sespimti Polri Reg-24 Diskusi dengan Wartawan Poldasu
Medan (SIB)- Menanggapi Sumut sebagai salah satu pilot project poros maritim dunia, pemerintah Indonesia harus meningkatkan sinergitas polisonal pengelolan kemaritiman, demi mewujudkan keamanan dalam negeri. Selain itu, diperlukan terjalinnya sinergitas aparat penegak hukum di laut seperti TNI-AL, Polri, Bea Cukai dan instansi terkait lainnya dalam penanganan kemaritiman. Kedua materi itu menjadi bagian hasil forum diskusi antara wartawan Unit Poldasu dengan 7 peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri (Sespimti) Polri Reguler-24 TA 2015 di Ruang Sinabung Mapoldasu, Kamis (13/8).

Selain kedua materi di atas, perwakilan wartawan Unit Poldasu juga memberikan sejumlah opini, pendapat serta saran seperti peningkatan penegakan hukum di wilayah laut, ketegasan penetapan tapal batas laut, peningkatan sarana dan prasarana pendukung pengamanan maritim, serta pengingkatan pengamanan wilayah laut dari peredaran Narkoba, penjualan dan penyeludupan manusia, serta tindak pidana lainnya.

Menanggapi antusias dan pendapat dari wartawan Unit Poldasu, sekretaris peserta Sespemti Reg-24 Polri Kombes Pol Riad mengaku, masukan wartawan selanjutnya akan dimasukkan dalam penulisan mereka. Kemudian, penulisan itu akan dijadikan bahan masukan bagi pemerintah pusat. Menurutnya, dalam pelaksanaan pengamanan wilayah maritim, setiap Polda menjadi kunci utama.

"Masukan yang diberikan itu akan dijadikan tulisan untuk selanjutnya diserahkan kepada Bapak Kapoldasu Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo SH MSi. Hasil diskusi ini juga sekaligus akan menunjang kinerja peserta Sespimti Polri," ujarnya.

Menurutnya, program Presiden Jokowi saat ini menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dapat diwujudkan dengan sejumlah pembenahan. Diharapkan nantinya dengan ada sinergitas, tidak akan ada lagi pencurian ikan, penyelundupan barang baik Narkoba dan kebutuhan rumah tangga lainnya, perompakan di laut, serta tindak kejahatan lainnya di wilayah maritim Indonesia.

Sementara, Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Helfi Assegaf mengakui, dengan adanya hasil diskusi bersama insan media Poldasu itu, peserta Sespimti Polri Dikreg-24 Tahun 2015 mendapatkan rekomendasi dan masukan, sehingga dapat lulus dalam pelaksanan kuliah kerja dalam negeri (KKDN).

"Diharapkan, peserta Sespimti Polri Dikreg-24 Tahun 2015 mendapatkan rekomendasi dan masukan, untuk dapat meluluskan pelaksanan kuliah kerja dalam negeri (KKDN)," sebut Helfi.

Diakui, Sumut merupakan salah satu gerbang pintu masuk wilayah barat yang mempunyai perairan yang cukup luas. Dalam pengelolaan wilayah laut Sumut, diperlukan penegakan hukum yang tegas. Apalagi, Sumut memiliki tiga pelabuhan internasional seperti Belawan Medan, Sei Mangke Simalungun, serta Kuala Tanjung (Batubara) yang terbukti mengangkat perekonomian nasional.

"Beberapa sektor yang belum dibenahi harus dikoordinasikan dengan baik bersama perangkat penegak hukum lainnya. Saya yakin, poros maritim dunia yang diinginkan Presiden Joko Widodo dapat dilaksanakan pengambil keputusan," tegasnya.

Kegiatan diskusi dilanjutkan dengan pemberian cinderamata oleh  Ketua Tim peserta Sespimti Dikreg 24 Kombes Pol Drs Yudhiawan kepada perwakilan wartawan Unit Poldasu Roy Marisi Simorangkir. (A19/y)





SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru