Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Anggota DPRDSU Desak Pemko Medan Bangun Jembatan Penyeberangan di Sungai Babura

- Sabtu, 22 Agustus 2015 09:44 WIB
300 view
Anggota DPRDSU Desak Pemko Medan Bangun Jembatan Penyeberangan di Sungai Babura
Medan (SIB)- Anggota Komisi D DPRD Sumut Baskami Gintings mendesak Pemko Medan dan Dinas PU Bina Marga Sumut segera membangun jembatan penyeberangan di Sungai Babura untuk akses masyarakat Starban Kecamatan Polonia menuju Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru.

“Selama ini masyarakat Starban yang ingin menyeberang ke Padang Bulan dan sebaliknya harus menggunakan jasa getek atau rakit dengan batas penyeberangan hingga pukul 21.00 WIB, sehingga masyarakat sekitar merasa tidak nyaman dan sangat berharap kepada pemerintah agar membangun jembatan penyeberangan yang bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat,” kata Baskami  kepada wartawan, Jumat (21/8) di Medan.

Diakui Baskami, selama ini akses penyeberangan dari Starban ke Padangbulan dan sebaliknya  melalui Sungai Babura hanya bisa menggunakan getek, sehingga menyulitkan  masyarakat yang ingin melintasi kawasan tersebut, baik ketika pergi bekerja, terutama anak-anak sekolah yang menuntut ilmu di kawasana Padangbulan Medan.   

Karena itu, pihaknya mendesak Pemko Medan dan Pemprovsu Cq Dinas PU Bina Marga Sumut bekerjasama membangun jembatan di Sungai Babura, agar akses dari Kelurahan Starban menuju Padangbulan tidak terisolir. “Kedua kelurahan itu (baik Starban maupun Padangbulan) bersebelahan, hanya dibatasi  Sungai Babura, sehingga perlu dibangun jembatan untuk mengakses kedua kawasan,” ujarnya.

 Lagi pula, tambah Baskami, di era sekarang ini, sangat tidak layak lagi masyarakat di Kota Medan masih menggunakan jasa getek sebagai sarana trasportasi. Indonesia sudah 70 tahun merdeka, tapi di ibukota Propinsi Sumut masih ada masyarakatnya menggunakan trasportasi getek. Ini perlu menjadi perhatian serius Pemko Medan dan Pemprovsu, untuk menyahuti aspirasi masyarakat untuk secepatnya membangun jembatan dimaksud. 

Dalam kesempatan itu, Baskami juga menyampaikan keluhan masyarakat, bahwa di sekitar Jalan Starban mulai dari Gang Terusan hingga Gang Permai tidak lagi memiliki parit, akibat pesatnya pertambahan penduduk, sehingga, apabila hujan turun, terjadi banjir dan air menggenangi rumah penduduk  sebatas lutut. “Masyarakat membutuhkan perhatian serius dari Pemko Medan,” katanya.(A03/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru