Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Gagasan untuk Danau Toba

- Minggu, 23 Agustus 2015 13:20 WIB
334 view
Gagasan untuk Danau Toba
Kementerian Koordinator Kemaritiman akan fokus membenahi sektor pariwisata. Sektor ini dinilai mampu menyerap banyak tenaga kerja dan memiliki dampak langsung bagi perkembangan perekonomian suatu daerah.  Untuk itu, dalam waktu dekat akan dipilih lima sampai tujuh destinasi wisata terkenal di Indonesia sebagai acuan pengembangan pariwisata nasional. Nama-nama daerah yang akan dijadikan destinasi tersebut masih belum diumumkan secara terbuka ke publik.

Namun, dalam beberapa percakapan, Menko Kemaritiman Rizal Ramli sering menyebut Danau Toba menjadi salah satu daerah wisata yang akan dikembangkan bersama empat kementerian di bawah koordinasinya. Kawasan wisata Danau Toba diimpikannya bisa menjadi Monaco Asia. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dimintanya untuk membangun bandara baru di sekitar wilayah danau terbesar di Asia Tenggara itu. Jadi turis dari Tiongkok dan negara lainnya bisa langsung mendarat di dekat Danau Toba.

Kemenhub telah menyatakan komitmennya mendukung sektor pariwisata dengan perbaikan infrastruktur perhubungan. Namun, terkait permintaan Rizal Ramli membangun bandara di sekitar Danau Toba, Kemenhub belum bisa memastikan apakah permintaan tersebut bisa direalisasikan atau tidak.

Pasalnya, pembangunan suatu bandara harus terlebih dulu melalui uji teknis lokasi. Apalagi anggaran yang dimiliki Kemenhub saat ini masih sangat terbatas dan perlu ditingkatkan hingga dua kali lipat agar bisa mendukung program Kemenko Kemaritiman terkait pariwisata.

Sebenarnya Kemenhub tak perlu lagi membangun bandara baru di Danau Toba. Cukup dengan memberi dukungan maksimal untuk Bandara Silangit yang telah lama eksis. Hentikan polemik yang tak perlu di sana. Masyarakat pasti mendukung sepenuh hati demi kemajuan pariwisata di Danau Toba. Panjang landasan pacu perlu diperpanjang dan dilengkapi fasilitas lainnya. Pemerintah perlu mendorong maskapai untuk masuk ke trayek tersebut.

Dari Bandara Silangit, turis bisa digiring masuk Danau Toba melalui Muara atau Balige, hanya hitungan menit perjalanan ke sana. Makin banyak opsi yang diajukan ke turis makin baik. Itu sebabnya, pusat informasi pariwisata perlu dipersiapkan di Bandara Silangit, dilengkapi para pemandu yang profesional. Apalagi asas koneksitas antar objek wisata sangat menentukan keputusan seorang turis untuk berkunjung atau tidak.

Selain bandara, pemerintah berencana akan membangun jalan, menyediakan air bersih dan menyiapkan jaringan internet yang bagus. Ini sebenarnya masalah klasik di Danau Toba. Jalan-jalan rusak parah sehingga membuat perjalanan lama dan lambat ke destinasi wisata. Dari Medan ke Parapat saja misalnya sudah menghabiskan waktu 6-8 jam. Apalagi jika akhir pekan atau libur umum, lalu lintas pasti macet, karena tidak adanya jalur alternatif.

Kementerian Koordinator Kemaritiman perlu mendesak crash programme untuk perbaikan jalan-jalan di Danau Toba secara revolusioner. Mengapa tidak mengupayakan pembetonan jalan seperti yang sudah banyak dibangun di Sumatera Barat. Selain lebih tahan lama, juga sangat cocok untuk daerah pegunungan seperti Danau Toba. Tentu saja harus berkoordinasi dengan kementerian lainnya yang mengurusi jalan. Bisa juga dengan menggandeng BUMN  untuk mengerjakannya.

Rizal menggagas perlu dibentuk Otoritas Pariwisata Danau Toba, yakni sebuah badan yang khusus mengurusi pengembangan pariwisata di kawasan tersebut. Badan sejenis juga telah terbentuk di kawasan pariwisata Nusa Dua, Bali. Dengan adanya Toba Tourism Authority, maka untuk mengambil keputusan tidak perlu lagi harus berkonsultasi dengan Pemda atau Dirjen. Gagasan ini telah lama bergulir tetapi belum ada kesepakatan dari pemerintah daerah dan pusat mengenai hal ini.

Kita mengapresiasi gagasan besar Rizal Ramli yang baru saja dilantik menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman. Diharapkan gagasan tersebut bisa diwujudkan segera. Apalagi targetnya mau menaikkan kunjungan turis asing secara signifikan ke Indonesia. Danau Toba masih layak jual di dunia internasional. Hanya informasi dan promosinya perlu digencarkan kembali. (**)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru