Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026
Dirjen BUK Kemenkes Hadiri HUT ke-22 RSUP Adam Malik

Dapat Banyak Dana APBN, RS Adam Malik Ditantang Beri Pelayanan Standar Internasional

- Minggu, 23 Agustus 2015 13:24 WIB
519 view
Dapat Banyak Dana APBN, RS Adam Malik Ditantang Beri Pelayanan Standar Internasional
SIB/Leo Bukit
Direktur RSUP H Adam Malik Medan dr H Yusirwan Yusuf SpBA bersama Prof dr Harun Rasyid Lubis SpPD mengulosi Dirjen BUK Kemenkes dr H Chairul Rajab Nasution SpPD KGEH Finasim MKes di sela-sela acara HUT ke-22 tahun RS Adam Malik, Kamis (20/8).
Medan (SIB)- Dirjen Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kemenkes dr H Chairul Rajab Nasution SpPD KGEH Finasim MKes menantang tim medis Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan untuk melakukan pelayanan kesehatan internasional. Hal itu dikatakan Chairul Rajab usai perayaan HUT ke-22 tahun RSUP H Adam Malik Medan di halaman rumah sakit, Kamis (20/8).

Dikatakannya, RS Adam Malik Medan sudah mendapatkan cukup banyak bantuan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Gedung rumah sakit, lanjutnya, sudah cukup sangat besar dan alat-alat kesehatan juga lengkap. Namun, selain gedung dan alat kesehatan, tantangan-tantangan dalam penguatan sumber daya manusia harus diperlihatkan agar dapat menjadi rumah sakit nasional.

"Tantangan saya dalam bidang medis kepada dokter-dokter di sini, agar memberikan pelayanan standar dunia. Di antaranya, pemasangan katup jantung menggunakan kawat. Mampu tidak SDM kita. Permintaan ini bukanlah berlebihan. Kemenkes yakin ilmu tenaga medis di RS Adam Malik tidak kalah dengan tingkat dunia," katanya.

Dituturkannya, sesuai Surat Keputusan Kemenkes tentang penunjukan 14 rumah sakit nasional di seluruh Indonesia, salah satunya bahwa rumah sakit nasional harus memenuhi akreditasi Joint Commission International (JCI) yang merupakan akreditasi internasional tertinggi di dunia. Selain itu, harus juga memiliki akreditasi paripurna nasional dan beberapa persyaratan lain, di antaranya merupakan rumah sakit rujukan dari beberapa provinsi.

RSUP H Adam Malik Medan, lanjutnya, sejak tahun 2012 sudah dipersiapkan mendapatkan akreditasi ini. Kini, sedang dalam proses menuju akreditasi nasional yang dinilai oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Tim JCI juga sudah melakukan mock survey dan interaksi dengan JCI sebenarnya sudah terjadi.? “Mudah-mudahan bisa segera tercapai. Agar menjadi yang terdepan, RS Adam Malik harus didukung seluruh unsur dan stakeholder,” terang dia.

Terkait permintaan ini, Direktur RSUP H Adam Malik Medan dr H Yusirwan Yusuf SpBA mengatakan September mendatang telah direncanakan pelaksanakan operasi katup jantung pertama di Indonesia di RSUP H Adam Malik. Tindakan yang besar ini akan dilakukan oleh tim ahli dokter senior dibantu dokter ahli dari Jansen International University, Busan, yang memang layanan unggulannya transplantasi hati dan jantung dengan tingkat keberhasilan 97%. “Restu dari Menteri Kesehatan sudah kita pegang. Sebagai sister hospital tenaga ahli dari Jansen, wajib memberikan transfer knowledge mereka kepada kita,” terangnya.

Dijelaskan Yusirwan, keinginan kementerian dan masyarakat akan suatu rumah sakit yang dapat memberikan pelayanan terbaik agar dapat menghambat masyarakat berobat keluar negeri, akan dipenuhi. Karena secara lisan, tim KARS sudah menyatakan RSUP H Adam Malik Medan layak menerima akreditasi paripurna. “Mudah-mudahan September mendatang sertifikat sudah bisa kita terima dan kita bisa memenuhi syarat utama RSUPN. Kedepan, mau tidak mau kita juga harus dapat meraih JCI,” jelas dia. (A21/k)





SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru