Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026

Enam Orang Calhaj Kloter V Gagal Berangkat

* UPT Asrama Haji Miliki Money Changer
- Kamis, 27 Agustus 2015 09:39 WIB
283 view
 Enam Orang Calhaj Kloter V Gagal Berangkat
Medan (SIB)- Enam orang calon haji (Calhaj) Kloter V Embarkasi Medan gagal berangkat disebabkan sakit dan ada yang belum keluar visanya. Kloter V bertolak ke tanah suci, Rabu (26/8) dari Bandara Kualanamu pukul 10.31 WIB, dari jadwal pukul 10.45 WIB.

Keenam Calhaj yang gagal berangkat tersebut di antaranya Yatim Harsono (79) asal Binjai sakit sebelum masuk asrama. Sedangkan Maimunah Pandeh (55) asal Tebingtinggi dan Arpon Bean (79) sakit setelah masuk Asrama Haji. Keduanya dirawat di RS Haji Medan. Sementara tiga Calhaj lainnya Umar asal Binjai, Raja Gunung Tua dan M Nahari asal Tebingtinggi gagal berangkat disebabkan visanya belum keluar.

Sementara 14 Calhaj asal Kloter II, III dan IV yang sudah keluar visanya bergabung dengan Kloter V bertolak ke tanah suci.

“Bagi Calhaj yang sakit saat masuk Asrama Haji, akan menunggu izin dari tim kesehatan/dokter dan diberangkatkan pada kloter selanjutnya,” sebut Kasi Bidang Penerimaan PPIH Embarkasi Medan Bahrum Saleh.

Hal yang sama juga terjadi pada Calhaj yang belum keluar visanya. Hingga kemarin visa jamaah Embarkasi Medan yang belum keluar sebanyak 57 dari jumlah semula 570.

Kloter V Calhaj asal Tebingtinggi dan Binjai, Rabu (26/8) dilepas Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan. Umar Zunaidi dalam sambutannya mengatakan, Calhaj yang berangkat haji merupakan karunia dari Allah SWT. “Maka laksanakan ibadah haji dengan baik semata-mata mengharapkan ridho dari Allah SWT. Perbanyak bersyukur dan ikhlaskan keluarga yang ditinggalkan,” kata Umar.

Kakankemenag Binjai Drs H Al Ahyu didampingi Kasi Haji dan Umroh Drs H Zulham mengatakan Pemko Binjai membantu transpor Calhaj Binjai selama berada di Makkah. “Pemko Binjai juga membantu obat-obatan Calhaj dan transport masuk Asrama Haji,” katanya.

Sementara Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Asrama Haji Medan telah memiliki money changer tersendiri untuk melayani Calhaj menukar uang rupiah ke rial. Ketua UPT Asrama Haji Drs H Sutrisno mengatakan, sejak 20 Agustus 2015 lalu UPT Asrama Haji sudah mengoperasikan pelayanan penukaran uang rupiah ke rial.

Sutrisno menjelaskan operasi penukaran uang tersebut dengan nama Money Changer Asrama Haji Medan (Ahmed) dengan izin SK Gubernur Bank Indonesia Nomor 17/7/KEPGBI/MDN/2015 dan SK Menkum ham  Nomor  AHU-0015427/AH 0101 Tahun 2015

“Setelah pelaksanaan ibadah haji Money Changer Ahmed tetap buka,” kata Sutrisno sambil menambahkan animo Calhaj menukar uang rial cukup tinggi karena Money Changer Ahmed menjual rial lebih murah.

Kloter VI Calhaj asal Batubara, Labuhanbatu Utara dan Karo, Rabu kemarin masuk Asrama Haji secara bertahap. Setelah memeriksakan kesehatan dan mengikuti pemeriksaan surat-surat dan barang bawaan di ruang pemeriksaan Calhaj Kloter VI melakukan pemeriksaan kesehatan di gedung kesehatan H Arif. Kemudian masing-masing menempati penginapan di belakang asrama haji.

Kakankemenag Labuhanbatu Utara H Saparuddin MA mengatakan Calhaj Labuhanbatu Utara dilepas Bupati H Khairuddin Syah SE di Masjid Raya Al Amin, Rabu (26/8) pukul 00.30 WIB dinihari. “Bupati membantu dua kursi roda untuk Calhaj berisiko tinggi,” ujar Saparuddin.

Kloter VI dijadwalkan bertolak ke tanah suci hari ini, Kamis (27/8) pukul 10.35 WIB.

Tinjau

Empat orang anggota Komisi IX DPR RI Ansari Siregar, Adjat Suderajad, Marwan Dasopang dan Iqbal meninjau pelayanan kesehatan calon haji di Asrama Haji Medan, Rabu (16/8).

Ansari Siregar mengatakan, pihaknya mengawasi pelayanan kesehatan embarkasi yang ada di Indonesia.

“Tujuan kita kemari untuk memeriksa proses layanan kesehatan, makanya kita tinjau fasilitas kesehatan yang ada. Laporan di sini alhamdulillah cukup baik, walaupun aula penampungan harus sedikit diperbaiki. Jangan di ruangan terbuka seperti itu, karena kalo hujan harus pakai payung kalo mau diperiksa,” terang Ansari.

Marwan Dasopang mengatakan, alat-alat kesehatan perlu dibenahi dan ditambah. Masalah pelayanan kesehatannya cukup bagus, pelayanan petugas kesehatan terhadap calon jemaah haji tidak ada masalah dan persediaan obat sangat cukup. (R10/Dik-DH/d)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru