Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026
Sedikitnya 200 Anak Ikuti Kampanye PA di Tanjungmorawa

Komnas PA : Ada 17 Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Deliserdang

- Selasa, 01 September 2015 10:13 WIB
631 view
Komnas PA : Ada 17 Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Deliserdang
SIB/Desra Gurusinga)
Tandatangan : Ketua Komnas PA Pokja Deliserdang membubuhkan tandatangan stop kekerasan terhadap anak pada kampanye perlindungan anak di Tanjungmorawa, pekan lalu.
Deliserdang (SIB)- Sedikitnya 200 anak di bawah bimbingan PPA IO-588 mengikuti kampanye perlindungan anak dengan melakukan longmarch sekira 1 kilometer dari titik GSJA “Kabar Sukacita” di Desa Titi Pentol sampai Simpang Jalan Seimerah Tanjungmorawa, sembari menyanyikan lagu bertemakan stop kekerasan terhadap anak, pekan lalu.

Kampanye juga diwarnai pembacaan 10 hak anak berdasarkan Konvensi Hak Anak PBB tahun 1989 yang di bacakan  Gabriel Sitindoan yakni hak bermain, pendidikan, perlindungan, nama (identitas), kebangsaan, makanan, kesehatan, rekreasi, kesamaan dan peran dalam pembangunan.

Aksi pengumpulan tanda tangan stop kekerasan terhadap anak dari masyarakat sekitar, pengendara sepeda motor dan mobil yang melintas juga dilakukan anak-anak PPA IO-588 sembari terus meneriakan “yel-yel” stop kekerasan terhadap anak.

Sementara Gembala GSJA Kabar Sukacita Pdt Kristanto Simangunsong didampingi Komisi PPA Wilhelm Togatorop dan Staf PA Ranto Sahat Gultom mengungkapkan, kampanye perlindungan anak untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat serta orangtua agar memberikan perhatian kepada anak dan tidak menjadikan mereka sebagai pelampiasan atau pun alat untuk tujuan tidak baik.

Saat ini, tambahnya, banyak anak kurang mendapat perhatian dari orangtua karena kesibukan sehari-hari, baik karena pekerjaan maupun kesibukan lainnya sehingga anak kurang kasih sayang.

Sementara itu Ketua Komnas PA Pokja Deliserdang Junaidi Malik saat menghadiri kampanye  mengatakan, Deliserdang yang ikut mendapat penghargaan  sebagai “Kabupaten Layak Anak” ternyata masih  rawan terjadinya tindak kekerasan terhadap anak. Fakta itu terlihat dari banyaknya temuan Komnas Perlindungan Anak (PA) Kelompok Kerja (Pokja) Kabupaten Deliserdang, dalam 4 bulan terakhir.

Indikasi itu dilihat dari semakin banyaknya kasus kekerasan terhadap anak di Deliserdang, baik penelantaran, perlakuan kejam, kekerasan seksual yang kasusnya cukup memprihatinkan sampai situasi lingkungan yang tidak menunjukkan keramahan kepada mereka.

Kasus-kasus kekerasan terhadap anak yang muncul di Deliserdang dalam 4 bulan terakhir diadvokasi Komnas PA didominasi kasus kekerasan seksual baik pelakunya orang dewasa maupun masih kategori anak. Ada 17 kasus dan didominasi kekerasan seksual,” jelasnya.   

Tamparan
Banyaknya kasus kekerasan terhadap anak yang muncul dan diprediksi masih banyak belum terungkap merupakan sebuah ‘tamparan’ keras terhadap Pemkab Deliserdang, penegak hukum serta seluruh elemen masyarakat termasuk Komnas PA untuk berbuat secara serius.

Komnas PA, sebut Junaidi yang turut didampingi Sekretaris Dedi Pranoto dan Bendahara Patimah Purba dan Pembina Aswan mendesak Pemkab Deliserdang untuk memformulasikan gerakan nyata dalam upaya menyetop kekerasan terhadap anak yang berdampak negatif terhadap masa depan mereka serta kemajuan Deliserdang masa mendatang.

Apresiasi
Dalam kesempatan itu Ketua Komnas PA Deliserdang mengapresiasi kampanye perlindungan anak yang digagas PPA IO-588 di bawah koordinasi GJSA Tanjungmorawa dan bimbingan Yayasan Compassion Indonesia (YCI) berpusat di Kota Bandung, Jawa Barat, sebagai bentuk kesadaran bersama pentingnya menghempang kekerasan terhadap anak.

“Kita sangat mengapresiasi kampanye ini. Kita butuh bersinergi dan bersama-sama untuk menggaungkan stop kekerasan terhadap anak agar anak-anak di Deliserdang menjadi generasi berkarakter dan berkualitas,” tandas Junaidi. (A23/k)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru