Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026

Perempuan HKBP Harus Jadi Pelopor Pembaharuan, Perdamaian dan Pemberdayaan

- Kamis, 03 September 2015 09:36 WIB
500 view
  Perempuan HKBP Harus Jadi Pelopor Pembaharuan, Perdamaian dan Pemberdayaan
Medan (SIB)- Panitia Tahun Perempuan HKBP Resort Pabrik Tenun Medan mengadakan seminar dengan tema "Peran Perempuan HKBP Sebagai Pelopor Pembaharuan, Perdamaian dan Pemberdayaan di Keluarga, Gereja, Masyarakat dan Bangsa" Jalan Pabrik Tenun Medan, Sabtu (29/8) yang dihadiri ratusan peserta dari beberapa Resort HKBP yang ada di Kota Medan.

Sebagai pembicara, Kepala Biro Perempuan HKBP Pdt Santawaty Sirait MTh, menyampaikan ada lima kepeloporan perempuan Batak Kristen sebagai pendamai, pembaharu dan pemberdaya. Kelima kepeloporan itu yakni kepeloporan perempuan dalam alkitab (Masa Perjanjian Lama).

Lanjut dia, kepeloporan perempuan di Perjanjian Baru tentu dimulai dari ibunda Yesus, Maria (Lukas 1:46-55) yang dipakai Allah untuk menyatakan suatu keselamatan besar atas dunia ini yang disaksikan Hana yang telah mengikuti Yesus sebagai Mesias yang akan melepaskan Yerusalem (Lukas 2:36-38).

Selanjutnya, kepeloporan pelayan perempuan di HKBP. "Kemajuan perempuan Batak berlanjut pada perempuan yang ingin berperan aktif memberikan firman Tuhan melalui sekolah-sekolah yang berlatar belakang teologi, termasuk pada tahun 1980-an perempuan masuk menjadi pendeta yang ingin sama-sama ditahbis seperti layaknya pendeta laki-laki," ungkapnya.

Selanjutnya kepeloporan perempuan Batak dalam konteks budaya dan kekristenan serta perempuan pelopor perdamaian, pembaharuan dan pemberdayaan.
"Jadi, perempuan harus bisa pembawa damai, pembaharu dan pemberdaya dimana pun. Misalnya mendamaikan seisi rumah atau keluarga. Perempuan juga harus bisa memperbaharui pendidikan anak-anak, pemberdayaan pekerjaan dan pemberdayaan ekonomi keluarga," jelas dia.

Sementara itu, pembicara lainnya Ir Henry Hutabarat mengatakan peranan perempuan HKBP dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi keluarga. "Perempuan HKBP harus bisa membangun karakter yang baik bagi anak-anaknya, mampu mengelola keuangan keluarga dengan baik, mengajarkan pandangan hidup bagi keluarga dan lingkungannya, menghindarkan anak-anaknya dari kepicikan dan mampu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk mengejar tujuan-tujuan luhur," ujarnya.

Sedangkan pembicara lainnya, Sinur Oki Vera Tambun SH MHum, menjabarkan peranan perempuan HKBP dalam meningkatkan kesadaran hukum pada generasi muda. "Ancaman narkoba selalu menghantui setiap orang. Jadi kita sebagai perempuan dan orangtua harus bisa menjaga dan memantau anak-anak kita apapun yang dilakukan dan dikerjakan," sebutnya.

Pembicara terakhir, Brigjen TNI Felix Hutabarat SIP MBA MSi, mengatakan tanggungjawab dan peran perempuan HKBP sebagai warga Indonesia dalam meningkatkan nasionalisme generasi muda. "Sebagai perempuan HKBP dalam kehidupan sehari-sehari tumbuh rasa kebanggaan dengan pola pikir bahwa kita memiliki keunggulan yang dapat dipertanggungjawabkan bukan sekedar kesombongan dan dahulukan kewajiban sebelum menuntut hak," jawabnya. (Dik-SPS/q)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru