Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026

Disnak dan Keswan Sumut Kontrol Hewan Kurban Layak Potong

* Kantong Kresek Jangan Dipakai Membungkus Daging
- Kamis, 03 September 2015 11:56 WIB
349 view
Disnak dan Keswan Sumut Kontrol Hewan Kurban Layak Potong
Medan (SIB)- Menjaga kualitas daging dan kesehatan sapi agar layak potong, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Provinsi Sumatera Utara siap mengawasi pemotongan sapi dan kambing pada saat hari Raya ‘Idul Adha 1436 Hijriah di seluruh kabupaten/kota di Sumut.

Hal itu terungkap dalam rapat kordinasi kesiapan Idul Adha dipimpin Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provsu drh Parmohonan Lubis dengan sejumlah Kadis Peternakan dan Kadis Pertanian se-Sumut di Aula  Kantor Disnak Keswansu Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (2/9).

Drh Parmohonan Lubis mengatakan, jelang pelaksanaan hari raya kurban pihaknya akan menurunkan sejumlah petugas  untuk mengawasi sapi-sapi yang layak potong itu berikut memeriksa kesehatannya.

Dikatakan, panitia pelaksana kurban sudah menempatkan hewan kurban yang hendak disembelih itu minimal sehari sebelum hari “H” pemotongan sapi tersebut.
Nantinya petugas kita akan merekap laporan atau data jumlah sapi yang dipotong dari setiap kecamatan di kabupaten/kota di Sumut.

"Jika diperlukan bantuan makanan tambahan atau obat-obat, vaksinasi bisa jadi kita berikan nanti agar hewan kurban yang dipotong layak dari segi kesehatan, sehingga masyarakat pun aman dan nyaman mengonsumsinya,” ungkapnya.

Ditegaskan, setiap Kadis di kabupaten/kota di Sumut supaya program ini dilaksanakan bersama agar ke depannya, dapat menggunakan data-data yang akurat untuk spesifikasi pemotongannya, kepentingan konsumen dan peluang usaha.

Dari hasil rapat koordinasi tersebut, disimpulkan bahwa  setiap pengusaha atau peternak yang menjual sapi kepada pembeli atau panitia kurban harus memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Dinas Peternakan setempat.

“Dihimbau SKKH ini harus dimiliki peternak atau pengusaha ternak sapi itu. Kalau sapinya ada penyakitnya seperti ada cacing pita atau mengidap Antrax itu kan tidak layak potong,” katanya.

Selain itu Lubis mengimbau agar panitia kurban Idul Adha nanti dapat menggunakan kantong plastik atau kresek berwarna gelap, karena kita sinyalir warna hitam atau biru, merah misalnya mengandung banyak zat kimia.  “Ini berbahaya bagi kesehatan masyarakat, apalagi terkadang daging kurban yang siap dibagikan itu, sampai berjam-jam lamanya menjelang sore baru diambil atau dibagikan kepada masyarakat, padahal daging itu sudah lama dimasukkan dalam kantongan kresek,” tegas Lubis.

Kemudian, pihaknya juga akan memperhatikan dan menghimbau kepada Dinas Peternakan/Pertanian kabupaten kota agar mengupayakan tempat potong hewan yang layak meskipun tidak selengkap rumah potong hewan seperti yang ada di Kota Medan Mabar, Deliserdang serta Kota Binjai.

Diharapkan Kadis Peternakan selalu  berkoordinasi dengan para bupati atau wali kota di wilayah kerjanya itu. “Misalnya di Langkat dan Binjai kita lihat sudah mulai memperhatikan hal ini,” ujar Lubis didampingi Kepala UPT Kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumut Yusranaria Panjaitan.

Secara umum di luar hewan kurban, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat, jumlah pemotongan hewan selama tahun 2014 di Sumut mencapai 50.706 ekor sapi, sedangkan tahun 2015 diperkirakan angkanya tidak jauh berbeda. Khusus untuk pemotongan hewan kurban tahun 2014 sebesar 25.176 ekor sapi, 502 ekor kerbau dan 10.168 ekor kambing. (A2/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru