Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026

Masyarakat Pinggir Rel Medan Helvetia Unjuk Rasa Ke DPRDSU Tolak Penggusuran

- Sabtu, 05 September 2015 10:57 WIB
1.123 view
 Masyarakat Pinggir Rel Medan Helvetia Unjuk Rasa Ke DPRDSU Tolak Penggusuran
Medan (SIB)- Ratusan orang yang terhimpun dalam Aliansi Masyarakat Pinggir Rel Medan Helvetia unjuk rasa ke DPRDSU, Jumat (4/8) menolak penggusuran yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan memrotes tindakan arogansi aparat yang membongkar rumah warga.

Dalam protesnya, kordinator aksi Sahat Sianturi memohon agar pelaku pembongkaran paksa rumah warga di pinggiran rel Jalan Asrama Medan Helvetia diproses secara hukum dan warga yang rumahnya dibongkar diberi ganti rugi baik moril maupun materi karena tidak ada sosialisasi sebelumnya oleh pihak terkait.

Aspirasi tersebut ditanggapi anggota Komisi A DPRDSU Sutrisno Pangaribuan yang mengatakan jika memang belum pernah ada dialog antara PT KAI dengan masyarakat pinggiran rel maka upaya penggusuran tidak boleh dilanjutkan.

Selanjutnya, sekitar pukul 16.00 WIB Sutrisno mengunjungi Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna melihat kondisi masyarakat di sana. Di sana ia mendengarkan keluhan warga seperti pemutusan sementara arus listrik oleh PLN. Ia kemudian mendatangi PLN Rayon Medan Helvetia dan bertemu dengan Emmy Sinaga manager PLN Rayon Helvetia dan meminta supaya listrik warga dihidupkan kembali. Kepada SIB ia mengatakan akan mengadakan jadwal Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara masyarakat dengan pihak PT KAI dan dinas terkait sehingga diketahui apa alasan dilakukan penggusuran. Pantauan wartawan di lokasi, terlihat bendera merah putih dikibarkan setengah tiang. Belasan rumah warga tinggal puing-puing bekas pengrusakan alat berat. Berdasarkan keterangan warga mereka kesulitan MCK, sementara anak-anak sudah 2 hari sudah tidak sekolah.

Dibongkar Tim Gabungan

Untuk mengantisipasi banjir, pihak kecamatan melakukan normalisasi Sungai Bedera. Tahap pertama normalisasi, belasan rumah yang berada di tepi rel kereta api di Jalan Asrama Kecamatan Medan Helvetia dibongkar.

“Ada 18 rumah yang harus dibongkar. Untuk hari ini, hanya ada empat rumah yang dibongkar yang berada di atas parit,” kata Camatan Medan Helvetia Edi Mulia Matondang kepada wartawan, Rabu (2/9).

Menurutnya, pembongkaran rumah itu dilakukan untuk program normalisasi Sungai Bedera yang selama ini kerap banjir akibat tertutup bangunan rumah-rumah penduduk. Penertiban dilakukan untuk pembuatan saluran air yang mulai kita laksanakan.
 
Di lokasi, tim gabungan terlihat melakukan pengawalan serta membongkar rumah-rumah warga. Alat berat seperti eskavator dikerahkan membongkar rumah yang berada di pinggiran sungai.

Penertiban rumah ditentang warga karena mereka beralasan terlambat menerima surat dari PT KAI soal penertiban. Surat bertanggal 1 September itu baru sampai pada pukul 21.00 WIB kepada mereka.

“Suratnya baru kami terima tanggal 1 September sekitar pukul 21.00 WIB. Sedangkan kami belum ada persiapan,” ujar br Hutagalung salah seorang warga yang rumahnya dibongkar.

Meski warga sempat menolak, namun tim gabungan tetap ngotot melakukan pembongkaran beberapa rumah warga. (Dik-AB/A13/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru