Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026

2 warga Binjai Jadi Korban Tenggelamnya Kapal Tongkang

- Senin, 07 September 2015 10:18 WIB
453 view
2 warga Binjai Jadi Korban Tenggelamnya Kapal Tongkang
Binjai (SIB)- Dua warga Binjai Mahrani (49) dan Aminah (50) yang merupakan warga Jalan MJ Sutoyo Lk VI Kelurahan Sukamaju, Binjai Barat turut menjadi korban kapal tongkang yang kandas di perairan Selat Malaka.

Menurut keterangan Atika, anak tertua salah seorang korban, Mahrani, ibunya dan Aminah merupakan asisten rumah tangga (ART) yang sudah berpuluh tahun bekerja di Malaysia. Mahrani sendiri berkerja sebagai ART sudah hampir 15 tahun, sedangkan Aminah hampir 10 tahun bekerja. Keduanya sudah lebih dari empat tahun tidak berjumpa dengan keluarganya. Hal inilah membuat keduanya nekat menumpang kapal tongkang.

Kedua keluarga korban yang merupakan tetangga, minggu (6/9) masih menunggu kepastian kedatangan jenazah keduanya.

"Belum tahu kapan jenazah datang, soalnya masih ada lagi yang mau diurus," ucap Atika kepada wartawan.

Ia menceritakan, keberangkatan ibunya Mahrani menggunakan kapal tongkang karena ingin pulang ke Binjai. Pasalnya Mahrani sudah empat tahun belum pulang ke Binjai dan ingin melepas kangen dengan keluarga.

"Udah 15 tahun mamak kerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di daerah sungai buloh dan empat tahun ini belum pulang ke Medan. Kepulangan mamak selain melepas kangen, juga ingin mengurus berkas-berkasnya yang hilang," karena beberapa bulan lalu ia sempat menjadi korban perampokan. Akibat perampokkan tersebut, berkas-berkasnya seperti pasport hilang. Karena itulah, mamak pulang pakai kapal itu, bukan tidak resmi mamak berangkat ke sana," ucapnya.

Mahrani sendiri empat dilarang pulang oleh anaknya. Namun karena, ingin mengobati rindu ia pun nekat untuk pulang

"Adik saya ( Azhari) yang kerja di Malaysia sempat ngelarang mamak untuk pulang, cuman namanya rindu dan urusan mendesak mamak tetap nekat pulang," ucap Atika

Atika sendiri tidak mempunyai firasat tentang kepergian mamaknya tersebut. Hanya saja, sebelum berangkat ia dan mamaknya sempat berkomunikasi.

"Kami sempat video Call, mamak cuma bilang kangen dan ingin pulang. Kalau ada firasat kami mungkin tidak mau memaksa mamak pulang," terangnya.
Terpisah dan hanya berjarak 100 meter dari rumah Mahrani, merupakan rumah Aminah. Hal yang sama juga diungkap anak Aminah Yan Iqbal (30) kepulangan orang tuanya ke Binjai karena rindu sama keluarga karena sudah lama tak pulang.

Ia baru tahu orang tuanya menjadi salah satu korban tenggelamnya kapal tongkang dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). "Semalam kami dapat kabar dari BNP2TKI, mamak jadi korban. Namun pada Sabtu (5/9) jenazah mamak belum diketahui keberadaannya," terangnya. Namun pada Minggu (6/9) pagi ia baru dapat kabar dari BNP2TKI jenazah ibunya sudah dapat diidentifikasi. "Alhamdulillah, tadi dapat kabar jenazah ibu sudah diidentifikasi," terangnya. Namun ia belum tahu kapan jenazah ibunya tersebut akan dibawa ke rumah duka. (A17/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru