Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026

Plt Gubsu Minta Proses Pemberangkatan TKI Diperketat

* Isak Tangis Sambut Kedatangan Winda Mandasari
- Selasa, 08 September 2015 13:25 WIB
255 view
Plt Gubsu Minta Proses Pemberangkatan TKI Diperketat
Kualanamu (SIB)- Plt Gubsu Ir HT Ery Nuradi menyatakan, petugas instansi pemerintah yang terkait dalam proses pemberangkatan para  Tenaga Kerja Indonesia(TKI) Sumut ke Malaysia melalui jalur pelabuhan resmi agar diperketat dan diawasi lebih serius.

"Saya harap pengawasan dalam proses pemberangkatan TKI Sumut ke luar negeri agar diperketat lagi," tandas Ery Nuradi menjawab SIB Senin (7/9) petang di terminal kargo Bandara Kualanamu seusai menyambut kedatangan 4 jenazah TKI Sumut yang ikut tewas dalam tragedi karamnya kapal di parairan laut Malaysia.

Keempat jenazah TKI Sumut yang ikut tewas dalam tragedi karamnya kapal itu ialah Marta Berutu warga Delitua, Maharani warga Binjai, Windaman Dasari warga Medan Labuhan dan Ismadani warga Jalan Karya Wisata Gedong Johor Medan tiba di Bandara Kualanamu dengan maskapai penerbangan Malaysia Airlines dari Kualalumpur pukul 15.05 WIB.

Plt Gubsu Ery Nuradi mengakui jalur pelabuhan laut dari berbagai daerah terpencil di daerah Sumut yang dilalui para TKI memburu ringgit di luar negeri Malaysia memang banyak. Namun, Ery tak peduli meminta agar petugas yang terlibat menangani TKI itu seperti Imigrasi, Posko pengendalian BP3TKI dan pihak kepolisian meningkatkan pengawasan pemberangkatan TKI ke luar negeri.

Dalam keterangannya, Ery Nuradi yang didampingi Kadisnaker Sumut Bukit Tambunan, kepala BP3TKI Sumut Syahrum SE itu mengingatkan agar tragedi karamnya kapal di perairan laut Selangor Malaysia  yang merenggut banyak nyawa manusia itu agar jangan terulang lagi di masa mendatang.

Dia minta agar warga Sumut yang ingin bekerja memburu ringgit di negara tetangga Malaysia itu harus memenuhi prosedur dan berangkat melalui pelabuhan resmi.

Menurut yang diterimanya, warga Sumut yang tewas dalam tragedi karamnya kapal di perairan laut Malaysia itu 7 TKI, Selasa 8 September direncakan dua jenazah lagi menyusul tiba di BandaraKualanamu. Sementara satu jenazah lagi belum jelas diketahui.

Ery Nuradi mengharapkan kepada keluarga korban tewas dalam tragedi karamnya kapal itu tabah menghadapi musibah ini dan semoga arwah para TKI ini diterima Tuhan di sisinya.

Dalam acara penyambutan keempat jenazah TKI ini,Plt Gubsu menyerahkan bantuan taliasih kepada keempat keluarga TKI. Setelah usai acara penyambutan kedatangan 4 Jenazah TKI yang juga dihadiri GM AP II Bandara ini Jaya Tahoma Sirait dan Koordinator Pos Pelayanan TKI Kualanamu Dodi Manik baru empat mobil ambulan" mengaum-ngaum" membawa empat jenazah TKI ke tempat keluarganya masing-masing untuk dikebumikan.
Isak Tangis

Isak tangis sanak keluarga dan para kerabat menyambut kedatangan jenazah Winda Mandasari (26) warga Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan salah seorang TKI yang tewas di Perairan Selat Malaka Malaysia, setelah kapal tanpa nama yang ditumpanginya bersama puluhan penumpang lainnya tenggelam.

Selain sanak keluarga, ratusan warga Kampung Nelayan Indah juga turut menyambut kedatangan jenazah ibu empat orang anak tersebut.
Suasana duka tampak sangat jelas menyelimuti kediaman korban dengan tidak henti-hentinya isak tangis pihak keluarga khusus keempat putra dan putrinya.

Salah seorang kerabat korban, Santi yang ditanyai wartawan mengatakan, Winda yang telah bekerja cukup lama atau kurang lebih selama 10 tahun  pada sebuah tempat dagangan di Malaysia selama ini merupakan "tulang punggung" keluarganya.

"Rencananya dia pulang dan tidak akan kembali ke Malaysia, uang hasil kerja selama di Malaysia akan digunakan membeli rumah dan modal untuk berdagang," ujar Santi kepada wartawan.

Namun cita-cita tersebut tidak kesampaian, Winda tewas bersama puluhan TKI lainnya setelah kapal motor yang mereka tumpangi tenggelam di laut dan uang hasil jerih payahnya bekerja di Malaysia juga turut raib.

"Anaknya empat, tiga perempuan dan seorang laki-laki, paling kecil berusia empat belas bulan dan paling besar kelas enam sekolah dasar," ujar kerabat korban kepada wartawan.

Pihak keluarga juga mengatakan, baru-baru ini suami korban, Amiruddin (32) yang juga bekerja di Malaysia sebagai pekerja bangunan mendapat musibah yakni patah kaki karena tertimpa besi di tempatnya bekerja.

Setelah beberapa saat disemayamkan di rumah duka, jenazah Winda Mandasari kemudian dikebumikan oleh pihak keluarga di pemakaman umum di Medan Labuhan. (A9/A15/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru