Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026

Terkendala Jabatan Defenitif Walikota, Serapan APBD Binjai Masih Rendah

- Kamis, 10 September 2015 11:20 WIB
233 view
Terkendala Jabatan Defenitif Walikota, Serapan APBD Binjai Masih Rendah
Binjai (SIB)- Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Binjai tahun 2015 masih cukup rendah.

Berdasarkan data realisasi keuangan kegiatan berupa Belanja Langsung (BL) di satuan perangkat kerja daerah masih berada di bawah 40 persen. Sementara itu, untuk Belanja Tidak Langsung (BLT) berupa biaya gaji PNS, tunjangan dan operasional pemerintahan rutin lainnya serapannya lebih baik.

Besaran belanja langsung Pemko di seluruh satuan perangkat kerja daerah yaitu Rp 451.720.076.335. Sedangkan yang terealisasi menurut data yang dihimpun per Juli 2015, totalnya hanya Rp121.310.278.165 atau sekitar 30 persenan.

Sekretaris daerah melalui Kabag Pembangunan Cipta Depari SSos MSi mengatakan penyebab rendahnya serapan realisasi belanja langsung adalah jabatan wali kota yang belum defenitif. Hal itu sebutnya membuat pembayaran proyek yang ada dan sudah selesai dikerjakan oleh pihak ketiga menjadi terhambat.

"Kendalanya adalah masalah transisi kepemimpinan saat ini dan belum juga didefenitifkannya pejabat wali kota akhirnya seluruh kegiatan mandeg dan pembayaran proyek yang sudah selesai pun belum bisa dilakukan," kata Cipta, Rabu (9/9).

Beberapa satuan perangkat kerja bahkan ada yang realisasinya di bawah 10 persen semisal Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Badan Kesbang Polinmas masing-masing 7 dan 4 persen. Dinas Pekerjaan Umum yang besaran pagunya mencapai Rp 122.119.903.950 masih terealisasi 15 persen atau sekitar Rp 18 miliar lebih. Di sektor pendidikan dan kesehatan yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat ternyata sangat rendah realisasinya. Dinas kesehatan masih terealisasi 27,71 persen dan pendidikan 17,37 persen.

Dijelaskan Cipta, berdasarkan rapat kordinasi yang dilakukan beberapa hari lalu, Pemko optimis realisasi anggaran yang masih rendah itu akan mencapai angka 100 persen pada akhir tahun anggaran. Apalagi bila jabatan wali kota segera didefenitifkan oleh Mendagri. Terkait dengan sisa dana yang belum terealisasi, dananya disimpan di bank daerah dengan rekening milik Pemko Binjai. (A17/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru