Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026

Parit yang Dibangun Pemko Medan di Kwala Bekala Dikhawatirkan Cepat Rusak

* Dasar Parit Dangkal dan Dindingnya Sangat Tipis
- Jumat, 11 September 2015 10:04 WIB
663 view
Parit yang Dibangun Pemko Medan di  Kwala Bekala Dikhawatirkan Cepat Rusak
SIB/A23/ r
Pengecoran : Pengecoran yang dilakukan pihak pemborong terhadap parit di Simpang Jalan Bunga Bangsa ke Lingga Raya sangat tipis sehingga dikhawatirkan akan runtuh. Foto dipetik saat pengecoran.
Medan (SIB)- Pengerjaan proyek Pemko Medan yaitu pembuatan parit mulai dari Simpang Jalan Bunga Bangsa (Simp Unika) menuju Lingga Raya Kelurahan Kwala Bekala Medan Johor diduga sarat penyelewengan. Mulai dari pengorekan hingga pengecoran terlihat banyaknya kerancuan sehingga dikhawatirkan bangunan parit yang dibuat akan cepat rusak.

Menurut warga Kelurahan Kwala Bekala, Munthe (48), Selasa (8/9) pemborong proyek diduga ingin mengambil untung banyak karena pekerjaan dan bahan yang dipakai sangat “irit.” Terlihat dalamnya parit yang digali hanya sekitar 70-90 Cm. Padahal menurut informasi yang diperoleh SIB di lokasi, dalamnya parit harusnya lebih dari 1 meter.

Selain dangkalnya parit, dinding yang harusnya dicor menggunakan campuran semen, pasir, kerikil dan besi, ternyata hanya sekedar disemen sangat tipis. Tipisnya dinding parit hanya sekitar 5-10 Cm. Hal itu sudah diingatkan warga kepada para pekerja, namun sepertinya para pekerja tidak berdaya karena pekerjaan itu sesuai perintah dari pemborong. Untuk mengecoh masyarakat, pemborong menyemen bagian atas dinding parit seolah-olah lebarnya  30 Cm, padahal di bawahnya tidak sampai 10 Cm.

Warga sempat mengecek beberapa lokasi parit dan terlihat banyak yang tidak tertutupi cor-an yang dibuat. Warga sempat memberitahukan hal itu kepada para pekerja. Mendapat laporan itu, para pekerja menutupi dinding yang masih nampak tanahnya dengan semen seadanya agar jangan lagi terlihat.

Saat SIB menemui pengawas proyek saat  bekerja di lapangan, ia berdalih sudah mengetahui kondisi itu. Pihaknya sudah menyurati pemborong agar menebalkan dinding parit dengan komposisi yang pas. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak pemborong tidak juga memperbaiki kerjanya.

Warga sekitar kepada SIB mengatakan, kalau pemborong tidak juga memperbaiki hasil kerjanya, akan mengadukan pekerjaan pemborong kepada dinas terkait dan aparat kejaksaan dan polisi. Warga berharap, pemborong tidak hanya memikirkan keuntungan pribadi, namun masyarakat pengguna parit tersebut juga harus difikirkan.

Kalau parit itu runtuh, maka warga akan kebanjiran kalau hujan deras datang. Warga melihat jangka panjang pembangunan parit yang dirasa sangat penting bagi mereka. Warga sangat senang adanya pembangunan parit itu, namun mereka tidak ingin parit yang dibangun secara sembarangan dan tidak tahan lama. (A23/ r)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru