Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026

Dituduh Pelihara Begu Ganjang, Paber Sihaloho Mengadu ke Polsek Percut

- Rabu, 16 September 2015 09:59 WIB
472 view
 Dituduh Pelihara Begu Ganjang, Paber Sihaloho Mengadu ke Polsek Percut
Medan (SIB)- Paber Sihaloho (26) asal Paropo, Kabupaten Dairi yang kini berdomisili di Jalan Pancing Gg Pardamean, Medan Tembung, Selasa (15/9) siang mendatangi Polsek Percut Sei Tuan, guna melaporkan bahwa dirinya telah dituduh memelihara begu ganjang.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Rudi Silaen SH SIK yang mendapat laporan itu langsung meminta supaya Paber bercerita. Diiringi tangisan, Paber akhirnya curhat kepada Kapolsek di ruang penjagaan Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK).

Awalnya Paber yang dikaruniai sepasang anak itu mengatakan kepada Kompol Rudi Silaen, siang itu ia hendak pulang kampung ke Paropo sembari menenteng tas berisi pakaian. Saat menyetop angkot tujuan Padang Bulan, tiba-tiba sejumlah warga meneriakinya sebagai pemelihara begu ganjang.

Ia sama sekali tak merespon perkataan warga itu. Ketika angkot berhenti di depannya, warga mengatakan ke sopir jika Paber pelihara begu ganjang. Sopir angkot lain itu pun melajukan angkotnya. Begitu juga dengan seterusnya, setiap angkot yang disetopnya tak mau berhenti.

Resah dengan kata-kata sejumlah warga, akhirnya Paber memilih berjalan kaki menuju Polsek Percut Sei Tuan, guna melaporkan hal tersebut. Kompol Rudi Silaen pun akhirnya mendengarkan curhatan Paber diiringi tangisan yang tak bisa ditahannya lagi.

Sementara itu, kepada SIB Paber membantah tuduhan warga itu. Dengan isakan tangis, Paber berani bersumpah demi anak-anak serta istrinya. Diakuinya, kedua orangtuanya sudah bercerai.

"Ayahku I Sihaloho (52) kini tinggal di Jakarta. Sedangkan ibuku M Br Naibaho (50) sekarang tinggal di Tele Kabupaten Toba Samosir, bersama 2 adikku. Sejak mereka bercerai, aku bersama istri Romauli Br Situmorang (24) serta 2 anakku, Natalia (3) dan Marchel (2) tinggal di Paropo dan aku bekerja di sana. Namun belum lama ini aku tinggal di Jalan Pancing Gg Pardamean bersama temanku. Sejak itu aku dikatakan pelihara begu. Itu semua tidak benar, saya berani bersumpah demi anak dan istriku," kata anak pertama dari 3 bersaudara itu sembari meneteskan air mata.

Lanjutnya, puncak dimana ia semakin dituduh yang tidak-tidak oleh warga, karena salah seorang warga sekitar meninggal. Di situ Paber tak sanggup lagi atas tuduhan tersebut.

"Belum lama ini ada seorang warga baru meninggal. Jadi saya dituduh yang melakukannya, melalui begu ganjang yang katanya aku pelihara. Padahal semua tahu jika warga itu meninggal karena penyakit stroke yang dialaminya. Selasa siang terpaksa aku hendak kembali ke Paropo. Namun tetap dituduh, sehingga angkot tak berani menaikkanku. Akhirnya aku berjalan kaki melapor ke polisi," tutupnya.

Setelah curhat terhadap Kapolsek dan bercerita kepada wartawan, akhirnya Pabel keluar dari kantor polisi. Ia selanjutnya menumpangi angkot tujuan Padang Bulan dan Pabel berencana kembali ke Paropo.

Kapolsek Rudi Silaen SH SIK ketika dikonfirmasi mengatakan, setelah mendengarkan curhat pria itu, dirinya hanya mengarahkannya kembali ke Paropo.
“Kita memberi saran saja, supaya ia kembali ke keluarganya di Paropo. Mudah-mudahan setelah kita beri saran, ia tak terlalu memikirkannya demi keluarganya," ujarnya. (A20/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru