Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026
Munas XIV IAI di Medan

Peran Arsitek Sangat Vital Diharapkan Berkontribusi untuk Penataan Kota

* Plt Gubsu Harapkan IAI Eksplorasi Budaya Sumut
- Sabtu, 19 September 2015 09:24 WIB
474 view
 Peran Arsitek Sangat Vital Diharapkan Berkontribusi untuk Penataan Kota
Plt Gubsu H Tengku Erry Nuradi disaksikan Ketua IAI Nasional Munichy dan Panitia Munas IAI Nasional XIV, memukul gong dalam acara pembukaan Munas di Hotel Grand Aston Jl Balaikota Medan, Jumat (18/9).
Medan (SIB)- Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hermanto Dardak mengatakan, peran arsitek sangat vital dalam mendukung pembangunan, apalagi tatanan global yang menuntut semakin kompetitif.

"Jadi arsitek diharapkan berkontribusi untuk penataan kota, selain itu juga  banyak potensi peluang yang bisa digarap arsitek,” ujar Dardak pada pembukaan Munas IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) XIV di Hotel Grand Aston Medan, Jumat (18/9). Pada kesempatan itu, Dardak juga menyinggung jalan tol  Medan-Tebing Tinggi yang harus dipercepat pembangunannya. Namun masih ada berbagai kendala misalnya lahan yang belum tuntas ganti ruginya. Tapi semuanya itu akan dilakukan secara konsinasi.

Pembangunan jalan tol Medan –Tebing Tinggi jika sudah difungsikan dapat meningkatkan pariwisata, terutama daerah wisata Danau Toba. Karena itu  perlu sentuhan arsitek agar infrastrukturnya lebih bagus.

IAI Dorong RUU Arsitek Disahkan

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Munichy B Edress, dalam pembukaan Munas itu mengatakan, Indonesia sudah saatnya memiliki Undang-undang Arsitek sebab dari tahun 1978 sudah digagas oleh seluruh dunia, hingga saat ini tinggal Indonesia yang belum memiliki undang-undang tersebut.

"Dari tahun 1978 seluruh dunia sudah sepakat untuk membuat aturan arsitek, di tahun 2000, tinggal tiga negara lagi yang belum merealisasikannya yakni Vietnam, Myanmar dan Indonesia. Namun, saat ini tinggal Indonesia saja yang belum memiliki undang-undang tersebut," ujarnya.

Munichy menjelaskan lambatnya pengesahan UU arsitek ini dikarenakan anggapan selama ini arsitek itu hanya tukang gambar atau juru gambar. Padahal, arsitek itu merupakan profesi yang mulia. Sehingga memang dibutuhkan UU arsitek di Indonesia.

Eksplorasi Budaya Sumut

Sementara itu, Plt Gubsu  Ir H Tengku Erry Nuradi MSi berharap Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) mengeksplorasi kekayaan seni dan kebudayaan Sumut kemudian menuangkannya dalam karya arsitektur bangunan.

Dia menyatakan, Sumut adalah provinsi berbilang kaum yang memiliki ragam etnis, suku, adat istiadat dan macam kebudayaan. Tiap suku memiliki tradisi dan ornamen tersendiri yang khas dan unik. Keunikan tersebut layak dilestarikan dalam karya arsitektur rancang bangun.

Dia berharap, akan muncul bangunan modern yang baru lainnya dengan mengedepankan ciri khas Sumut dengan tujuan pelestarian budaya suku asli Sumut. “Bandara Kualanamu juga terus mengalami pembangunan. Salah satunya pembangunan kota aerotropolis di sekitar bandara. Ini peluang yang tidak boleh dilewatkan begitu saja oleh para arsitek yang tergabung dalam Ikatan Arsitek Indonesia,” ujarnya.

Hadir dalam acara tersebut Ketua IAI Nasional Munichy, Ketua IAI Sumut DR Delianur Nasution ST MT, Ketua Panitia Pusat Munas XIV Mascheijah, Ketua Panitia Sumut Munas XIV Boy Brahmawanta ST MT, Dewan Kota Medan Budi Sinulingga, Ketua Inkindo Sumut Ir Rikardo Manurung MSi dan ratusan peserta Munas IAI dari seluruh Indonesia. (A2/A14/h)






SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru