Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026

Kabut Asap Kembali Selimuti Perairan Belawan, Banyak Nelayan Tidak Melaut

*Cuaca Buruk Gelombang Mencapai 2,5 Meter
- Sabtu, 19 September 2015 09:28 WIB
887 view
 Kabut Asap Kembali Selimuti Perairan Belawan, Banyak Nelayan Tidak Melaut
SIB/Pally
Kembali ke Tangkahan: Akibat kabut asap yang menyelimuti perairan Belawan serta kawasan Selat Malaka serta tingginya gelombang air laut sebuah kapal ikan terpaksa kembali ke tangkahan, Jumat sore (18/9).
Belawan (SIB)- Perairan Belawan dan kawasan Selat Malaka kembali diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan Riau dan Sumatera Selatan. Kondisi tersebut mengakibatkan banyak kapal penangkap ikan yang bertangkahan di pelabuhan perikanan dan kawasan tanggul Sungai Deli Belawan dan Marelan tidak melaut.

"Selain kabut asap yang kembali menyelimuti perairan Belawan angin kencang serta tingginya gelombang air laut membuat banyak kapal ikan kembali ke tangkahan," jelas Ka Stasiun BMKG Maritim Belawan, Abdul Azis kepada wartawan, Jumat sore (18/9).

Abdul Azis juga menginformasikan, kabut asap yang semakin menebal di Sumatera Utara terjadi karena saat ini pergerakan angin dari arah tenggara Sumut yakni Riau, Jambi dan Sumatera Selatan yang merupakan sumber asap terkait terbakarnya hutan dan lahan.

Disebutkannya, akibat kabut asap yang semakin menebal di kawasan Perairan Belawan dan Selat Malaka bahkan telah meluas hingga ke Malaysia, jarak pandang nelayan sangat terganggu.

"Kita mengimbau agar nelayan mewaspadai gelombang air laut di kawasan perairan Belawan dan Selat Malaka yang mencapai ketinggian dua setengah meter dan diperkirakan masih akan terjadi hingga tiga hari ke depan," ujar Ka Stasiun BMKG Maritim Belawan.

Lebih lanjut dikatakan, kalaupun nelayan harus tetap melaut disarankan agar saling berdampingan sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat saling membantu. Namun menurut pihak BMGK Maritim, kabut asap maupun gelombang laut yang cukup tinggi tersebut belum mengganggu pelayaran kapal berukuran besar atau kapal kargo.

"Sudah tiga hari tidak melaut, kabut asap sangat tebal dan gelombang air laut sangat tinggi, kapal yang sempat melaut juga sudah banyak yang kembali ke tangkahan," ujar Aldi salah seorang ABK kapal penangkap ikan di pelabuhan perikanan Gabion Belawan kepada wartawan.

Karena telah tiga hari tidak melaut Aldi terpaksa mengisi kekosongan pekerjaannya dengan memancing ikan di perairan Gabion Belawan sedangkan nelayan lain tampak membenahi alat tangkap ikan mereka yang koyak.(A9/d)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru