Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026

Perlu Segera Pengoperasian Bus Massal di Kota Medan

- Senin, 21 September 2015 11:57 WIB
279 view
Perlu Segera Pengoperasian Bus Massal di Kota Medan
Medan (SIB)- Kemacetan arus lalu lintas di Kota Medan sudah memprihatinkan, diperlukan kebijakan pemerintah untuk segera mengoperasikan bus massal Damri seperti bus Mebidang (Medan, Binjai dan Deliserdang).

“Dengan beroperasinya bus Mebidang ini nantinya masyarakat punya pilihan untuk berpergian, bukan seperti selama ini hanya menggunakan kendaran pribadi dan angkutan umum (angkutan kota),” ujar pemerhati transportasi Lamhot Togatorop, kepada SIB, Jumat (18/9) di Medan.

Dijelaskannya, kemacetan yang terjadi akibat volume kendaraan yang tidak sesuai dengan sarana jalan, pool-pool liar, parkir illegal, sekolah di inti kota dan pedagang kaki lima yang tidak tertib.

“Tanpa adanya pembatasan jumlah kendaraan, maka akan terus bertambah kemacetan di Kota Medan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan berupa pembatasan jumlah kendaraan dan menggunakan transportasi massal seperti di kota-kota besar lainnya,”  jelas Lamhot Togatorop yang juga Sekretaris LSM Tri Reformasi Indonesia itu.

Berdasarkan data dari Dirlantas Poldasu sampai dengan tahun 2014, jumlah kendaraan yang ada di Kota Medan 5.531.777, didominasi sepeda motor.
Perlu diketahui bahwa Pemko Medan akan menyediakan angkutan umum masal. Selain mengurangi kemacetan, angkutan masal juga berguna bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan biaya terjangkau, aman dan nyaman.

“Gerakan sadar hukum berlalulintas juga perlu disosialisasikan kepada supir angkutan umum, becak, dan pemilik kendaraan pribadi. Hal itu menjadi salahsatu upaya preventif mengurai kemacetan lalulintas,” jelasnya.

Sementara di tempat terpisah Kabid Angkutan Darat Dishubsu Darwin Purba mengatakan, bus Mebidang akan segera beroperasi menunggu jadwal yang pas, sebab semua surat-surat sudah lengkap dan siap beroperasi mengatasi macet Kota Medan. (A16/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru