Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026

BNNP Sumut Razia Karaoke Star-G 24 Pengunjung Diamankan

* Waspadai Brownis Mengandung Narkoba
- Senin, 21 September 2015 12:02 WIB
389 view
BNNP Sumut Razia Karaoke Star-G 24 Pengunjung Diamankan
Medan (SIB)- Dalam rangka menekan angka pengguna Narkoba sekaligus program 100 ribu rehabilitasi, personil Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut kembali melakukan razia di tempat hiburan malam Karaoke Star-G di kawasan Jalan Kapten Muslim Medan Helvetia, Minggu (20/9). Dari lokasi itu petugas mengamanakan 24 pengunjung karena terbukti positif mengkonsumsi Narkoba.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, para personil yang tiba di lokasi, langsung meminta pihak manager untuk menghentikan oprasional khususnya music karaoke. Personil yang diturunkan juga meminta para pengunjung untuk keluar dari dalam ruangan KTV guna dilakukan proses pemeriksaan dan tes urine langsung di lokasi.

"Kita akan terus melakukan razia serupa untuk menekan angka pengguna Narkoba sekaligus menggalakkan program 100 ribu rehabilitasi yang sudah sebulan terakhir dijalankan," jelas Humas BNNP Sumut, AKBP S Sinuhaji, kepada wartawan.

Dari puluhan pengunjung yang menjalani proses pemeriksaan dan tes urine di lokasi, 24 pengunjung yakni 15 orang pria dan 9 orang wanita akhirnya diamankan karena terbukti positif mengkonsumsi Narkoba. Ironisnya dari 24 orang yang terbukti positif mengkonsumsi Narkoba tersebut salah seorang di antaranya merupakan siswa salah satu SMA Negeri di Medan.

Disebutkan, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, 24 pengunjung itu kemudian diboyong ke markas BNNP Sumut Jalan Wiliem Iskandar / Pancing, Medan.

Dalam razia itu, pihaknya sendiri tidak menemukan barang bukti Narkoba jenis apa apapun. "Tidak ada ditemukan barang bukti Narkoba di lokasi," sebutnya.

Terpisah sebelumnya, belasan personil Polisi Militer Angkatan Udara (Pom AU) merazia tiga lokasi hiburan malam di Kota Medan, Minggu (20/9). Pantauan SIB, ketiga lokasi hiburan malam yang dirazia antara lain Diskotik Super dan Lee Garden (LG) di Jalan Nibung II, serta Pub Tobasa (HDTI).

Seorang personil Pom AU mengaku, razia itu dilakukan berdasarkan perintah pimpinan untuk menegakkan disiplin bagi personil TNI AU.   

WASPADAI BROWNIES MENGANDUNG NARKOBA
Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Sumatera Utara meminta Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan mewaspadai adanya dugaan kue brownies yang dicampur dengan bahan narkoba.

"Modus peredaran narkoba menggunakan bahan makanan ini harus diawasi dan jangan dianggap hal yang sepele, karena membahayakan bagi generasi muda harapan bangsa," kata Ketua DPD Granat Sumut, H Hamdani Harahap, di Medan, Minggu.

Saat ini, menurut dia, praktik peredaran narkoba dilakukan dengan berbagai cara, misalnya melalui permen, makanan cookies, coklat dan lainnya, untuk mempengaruhi para pelajar SD, SMP dan SLTA.

"Hal ini harus diantisipasi, sehingga makanan tersebut tidak dikonsumsi pelajar, generasi muda dan masyarakat," ujar Hamdani.

Dia menyebutkan, jika makanan kue yang dipasarkan secara media online ini, pernah dicicipi para pelajar dan masyarakat, maka dipastikan mereka akan terpapar ketergantungan dengan narkoba.

Sebab, makanan yang dijual di pasaran itu, telah dicampur zat THC yang merupakan senyawa kimia yang terdapat dalam ganja.

Oleh karena itu, katanya, masyarakat harus menjauhi dan tidak membeli makanan yang telah diolah dengan obat-obat yang berbahaya bagi kesehatan.
"Makanan kue tersebut, harus dilarang beredar di masyarakat, karena juga melanggar undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," kata Advokat/Pengacara di Sumut itu.

Hamdani menambahkan, pengusaha pembuat kue tersebut, dapat dipidana karena dengan sengaja membuat kue yang dicampur bahan narkoba.

Selain itu, pengusaha kue tersebut, dapat dianggap sebagai pengedar atau termasuk jaringan sindikat narkoba dan harus diproses hukum.

"Polisi dan Badan Narkotika Nasional (BNN) perlu melakukan razia di berbagai daerah, di mana kemungkinan adanya beredar makanan yang bercampur narkoba," kata Ketua Granat Sumut.

Sebelumnya, seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang membeli kue sejenis brownies, coockies, dan coklat secara online. Lokasi temuan ini di Blok M, Jakarta.

Dari hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan tersebut, ternyata di dalamnya tercampur zat THC yang merupakan senyawa kimia yang juga terdapat dalam ganja. (Dik-SPS/A20/Ant/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru